Kitab Waktu-waktu shalat

Terdapat 237 hadits, silahkan baca secara gratis.

HR. Muwatta Malik No. 1 – Waktu-waktu Shalat

Bab: Waktu-waktu Shalat

Perawi berkata; Telah menceritakan kepadaku Al Laitsi dari Malik bin Anas dari Ibnu Syihab; Suatu hari Umar bin Abdul Aziz pernah mengakhirkan shalat, maka Urwah bin Az Zubair menemuinya dan memberitahukan kepadanya, bahwa suatu hari Mughirah bin Syu’bah mengakhirkan shalat ketika berada di Kufah, sehingga … Read more

HR. Muwatta Malik No. 2 – Waktu-waktu Shalat

Bab: Waktu-waktu Shalat

Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Zaid bin Aslam dari ‘Atho` bin Yasar, dia berkata; seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bertanya tentang waktu shalat subuh. (‘Atho` bin Yasar) berkata; lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diam, hingga esok harinya beliau shalat … Read more

HR. Muwatta Malik No. 3 – Waktu-waktu Shalat

Bab: Waktu-waktu Shalat

Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Yahya bin Sa’id dari ‘Amrah binti Abdurrahman dari Aisyah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dia berkata; “ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selesai shalat subuh, kaum wanita keluar dengan keadaan tertutup dengan kain mereka, dan mereka masih tidak terinditifikasi … Read more

HR. Muwatta Malik No. 4 – Waktu-waktu Shalat

Bab: Waktu-waktu Shalat

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Zaid bin Aslam dari ‘Atho` bin Yasar, Busr bin Said dan Al A’raj, semuanya menceritakannya dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mendapatkan satu raka’at shalat subuh sebelum matahari terbit, dia telah mendapatkan shalat subuh. Barangsiapa mendapatkan … Read more

HR. Muwatta Malik No. 5 – Waktu-waktu Shalat

Bab: Waktu-waktu Shalat

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi’ mantan budak Abdullah bin Umar; Umar bin Al Khatthab pernah menulis surat kepada para pegawainya, “Menurutku yang paling penting dari urusan kalian adalah shalat. Barangsiapa yang menjaganya dan memeliharanya maka dia telah menjaga agamanya. Barangsiapa menyia-nyiakannya, maka amalan … Read more

HR. Muwatta Malik No. 6 – Waktu-waktu Shalat

Bab: Waktu-waktu Shalat

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari pamannya – Abu Suhail – dari bapaknya, bahwa Umar bin Al Khathab menulis kepada Abu Musa Al Asya’ri: laksanakanlah shalat zhuhur ketika matahari tergelincir dan shalat ashar ketika matahari terlihat putih jernih sebelum menguning. Laksanakanlah Shalat maghrib ketika matahari … Read more

HR. Muwatta Malik No. 7 – Waktu-waktu Shalat

Bab: Waktu-waktu Shalat

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari bapaknya; Umar bin Al Khatthab pernah menulis kepada Abu Musa Al Asy’ari, bahwa laksanakanlah shalat ashar ketika matahari terlihat putih jernih dengan kadar perjalanan tiga farsakh, dan laksanakanlah shalat Isya’ antara kamu shalat hingga sepertiga … Read more

HR. Muwatta Malik No. 8 – Waktu-waktu Shalat

Bab: Waktu-waktu Shalat

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yazid bin Ziyad dari Abdullah bin Rafi’ mantan budak Ummu Salamah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dia bertanya kepada Abu Hurairah tentang waktu shalat. Maka Abu Hurairah berkata; saya akan menjelaskannya kepadamu, (yaitu;) laksanakanlah shalat zhuhur ketika bayanganmu persis … Read more

HR. Muwatta Malik No. 12 – Waktu jumat

Bab: Waktu jumat

Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari pamannya – Abu Suhail bin Malik – dari bapaknya, dia berkata; “Saya melihat permadani milik ‘Uqail bin Abu Thalib pada Hari Jum’at diletakkan di dinding masjid arah barat, maka ketika bayang-bayang permadani tersebut telah menutupi seluruh permadani, Umar … Read more

HR. Muwatta Malik No. 13 – Waktu jumat

Bab: Waktu jumat

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari ‘Amru bin Yahya Al Mazini dari Ibnu Abu Salith, bahwa Utsman bin ‘Affan shalat Jum’at di Madinah dan shalat ashar di Malal, yang demikian itu untuk menyegerakan shalat jum’at dan mempercepat perjalanan.”

HR. Muwatta Malik No. 17 – Matahari tergelincir dan malam menjadi gulita

Bab: Matahari tergelincir dan malam menjadi gulita

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Daud bin Al Hushain berkata telah mengabarkan kepadaku seseorang, bahwa Abdullah bin ‘Abbas berkata; “Maksud dari ‘dulukus syamsi (pergeseran matahari) ‘ adalah apabila bayang-bayang telah muncul. ‘Ghasaqul lail (gelapnya malam) ‘ adalah malam yang telah sunyi senyap dan gelap.”