HR. Musnad Ahmad No. 14177 – Musnad Jabir bin Abdullah Radliyallahu ta’ala ‘anhu

Informasi Hadits

Nomor Hadits 14177
Kitab Sisa Musnad sahabat yang banyak meriwayatkan hadits
Bab Musnad Jabir bin Abdullah Radliyallahu ta'ala 'anhu
Hadits Riwayat Musnad Ahmad

Nas

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ قِرَاءَةً حَدَّثَنِي صَدَقَةُ بْنُ يَسَارٍ عَنْ عَقِيلِ بْنِ جَابِرٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ ذَاتِ الرِّقَاعِ فَأُصِيبَتْ امْرَأَةٌ مِنْ الْمُشْرِكِينَ فَلَمَّا انْصَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَافِلًا وَجَاءَ زَوْجُهَا وَكَانَ غَائِبًا فَحَلَفَ أَنْ لَا يَنْتَهِيَ حَتَّى يُهْرِيقَ دَمًا فِي أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَرَجَ يَتْبَعُ أَثَرَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَزَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْزِلًا فَقَالَ مَنْ رَجُلٌ يَكْلَؤُنَا لَيْلَتَنَا هَذِهِ فَانْتَدَبَ رَجُلٌ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ وَرَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَقَالَا نَحْنُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَكُونُوا بِفَمِ الشِّعْبِ قَالَ وَكَانُوا نَزَلُوا إِلَى شِعْبٍ مِنْ الْوَادِي فَلَمَّا خَرَجَ الرَّجُلَانِ إِلَى فَمِ الشِّعْبِ قَالَ الْأَنْصَارِيُّ لِلْمُهَاجِرِيِّ أَيُّ اللَّيْلِ أَحَبُّ إِلَيْكَ أَنْ أَكْفِيَكَهُ أَوَّلَهُ أَوْ آخِرَهُ قَالَ اكْفِنِي أَوَّلَهُ فَاضْطَجَعَ الْمُهَاجِرِيُّ فَنَامَ وَقَامَ الْأَنْصَارِيُّ يُصَلِّي وَأَتَى الرَّجُلُ فَلَمَّا رَأَى شَخْصَ الرَّجُلِ عَرَفَ أَنَّهُ رَبِيئَةُ الْقَوْمِ فَرَمَاهُ بِسَهْمٍ فَوَضَعَهُ فِيهِ فَنَزَعَهُ فَوَضَعَهُ وَثَبَتَ قَائِمًا ثُمَّ رَمَاهُ بِسَهْمٍ آخَرَ فَوَضَعَهُ فِيهِ فَنَزَعَهُ فَوَضَعَهُ وَثَبَتَ قَائِمًا ثُمَّ عَادَ لَهُ بِثَالِثٍ فَوَضَعَهُ فِيهِ فَنَزَعَهُ فَوَضَعَهُ ثُمَّ رَكَعَ وَسَجَدَ ثُمَّ أَهَبَّ صَاحِبَهُ فَقَالَ اجْلِسْ فَقَدْ أُوتِيتَ فَوَثَبَ فَلَمَّا رَآهُمَا الرَّجُلُ عَرَفَ أَنْ قَدْ نَذَرُوا بِهِ فَهَرَبَ فَلَمَّا رَأَى الْمُهَاجِرِيُّ مَا بِالْأَنْصَارِيِّ مِنْ الدِّمَاءِ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ أَلَا أَهْبَبْتَنِي قَالَ كُنْتُ فِي سُورَةٍ أَقْرَؤُهَا فَلَمْ أُحِبَّ أَنْ أَقْطَعَهَا حَتَّى أُنْفِذَهَا فَلَمَّا تَابَعَ الرَّمْيَ رَكَعْتُ فَأُرِيتُكَ وَايْمُ اللَّهِ لَوْلَا أَنْ أُضَيِّعَ ثَغْرًا أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحِفْظِهِ لَقَطَعَ نَفْسِي قَبْلَ أَنْ أَقْطَعَهَا أَوْ أُنْفِذَهَا

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Ishaq telah menceritakan kepada kami Ibnu Mubarok dari Muhammad bin Ishaq secara qiro’ah, telah menceritakan kepada ku Shodaqoh bin Yasar dari ‘Aqil bin Jabir dari Jabir bin Abdullah berkata; Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam Perang Dzatur Riqo’, maka ada seorang wanita dari orang musyrik yang terbunuh. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbalik arah untuk kembali, datanglah suaminya dan ia tidak ada sebelumnya, maka ia bersumpah tidak kembali sehingga menumpahkan darah sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka ia terus mengikuti jejak Nabi Shallallahu’alaihi wasallam hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam istirahat pada sebuah tempat, Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa lelaki yang akan mengawasi (menjaga) kami pada malam ini?” maka ada seorang laki-laki dari Muhajirin dan seorang laki-laki dari Anshor yang mengajukan diri dan berkata; kami wahai Rasulullah! (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Jagalah kalian di mulut bukit”. (Jabir bin Abdullah Radliyallahu’anhuma) berkata; mereka turun ke bukit dari sebuah lembah, ketika keduanya keluar menuju mulut bukit, orang Anshor berkata kepada orang Muhajirin, kapan waktu yang kamu inginkan untuk saya menjagamu, awal malam atau akhirnya? (orang Muhajirin) berkata; jagalah saya pada awal malam, lalu orang Muhajirin tidur sedangkan orang Anshor terjaga dan mengerjakan Shalat malam, lalu datang seorang laki-laki (yang telah mengintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam), tatkala ia tahu bahwa ada laki-laki yang ia lihat itu adalah penjaga pasukan, maka ia memanahnya hingga mengenai sasaran, lalu (orang Anshor tersebut) mencabutnya dan meletakkannya dengan tetap berdiri. Lalu laki-laki itu memanahnya lagi hingga mengenai sasaran lalu (orang Anshor) mencabutnya dan meletakkannya dengan tetap berdiri. Lalu laki-laki itu mengulanginya untuk yang ketiga kalinya, hingga mengenai sasarannya, namun (orang Anshor) meletakkannya kemudian ruku’ dan sujud kemudian membangunkan sahabatnya dengan cepat dan berkata; bangunlah sungguh kamu telah didatangi musuh, hingga orang muhajirin tersentak bangun, dan ketika laki-laki itu tahu bahwa mereka yang berjaga telah sadar dengan keberadaannya, maka ia berlari. Tatkala orang Muhajirin melihat tubuh laki-laki Anshor berlumuran darah ia berkata; SUBHANALLAH! kenapa kamu tidak membangunkanku? (orang Anshor) berkata; saya sedang membaca sebuah surat Al Qur’an, dan saya tidak ingin memutusnya hingga selesai, dan ketika laki-laki tadi terus melemparkan anak panahnya saya rukuk lalu saya melihatmu. Demi Allah kalau bukan karena saya takut kacaunya perbatasan yang saya di perintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menjaganya, niscaya dia telah memutus nyawaku sebelum kuputus atau kusudahi hidupku “.

Admin mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan pada hadits HR. Musnad Ahmad No. 14177 – Musnad Jabir bin Abdullah Radliyallahu ta’ala ‘anhu.

Jika terdapat kesalahan dimohon untuk kontak admin lewat email berikut ini: sativawahyu4@gmail.com.

Terima kasih kawan-kawan telah mengunjungi website kami.