HR. Musnad Ahmad No. 13897 – Musnad Jabir bin Abdullah Radliyallahu ta’ala ‘anhu

Informasi Hadits

Nomor Hadits 13897
Kitab Sisa Musnad sahabat yang banyak meriwayatkan hadits
Bab Musnad Jabir bin Abdullah Radliyallahu ta'ala 'anhu
Hadits Riwayat Musnad Ahmad

Nas

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ عَنْ جَابِرٍ قَالَ كَسَفَتْ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ ذَلِكَ الْيَوْمَ الَّذِي مَاتَ فِيهِ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَام ابْنُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ النَّاسُ إِنَّمَا كَسَفَتْ الشَّمْسُ لِمَوْتِ إِبْرَاهِيمَ فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى بِالنَّاسِ سِتَّ رَكَعَاتٍ فِي أَرْبَعِ سَجَدَاتٍ كَبَّرَ ثُمَّ قَرَأَ فَأَطَالَ الْقِرَاءَةَ ثُمَّ رَكَعَ نَحْوًا مِمَّا قَامَ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَرَأَ دُونَ الْقِرَاءَةِ الْأُولَى ثُمَّ رَكَعَ نَحْوًا مِمَّا قَامَ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَرَأَ دُونَ الْقِرَاءَةِ الثَّانِيَةِ ثُمَّ رَكَعَ نَحْوًا مِمَّا قَامَ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَانْحَدَرَ لِلسُّجُودِ فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ قَبْلَ أَنْ يَسْجُدَ لَيْسَ فِيهَا رَكْعَةٌ إِلَّا الَّتِي قَبْلَهَا أَطْوَلُ مِنْ الَّتِي بَعْدَهَا إِلَّا أَنَّ رُكُوعَهُ نَحْوٌ مِنْ قِيَامِهِ ثُمَّ تَأَخَّرَ فِي صَلَاتِهِ وَتَأَخَّرَتْ الصُّفُوفُ مَعَهُ ثُمَّ تَقَدَّمَ فَقَامَ فِي مَقَامِهِ وَتَقَدَّمَتْ الصُّفُوفُ فَقَضَى الصَّلَاةَ وَقَدْ طَلَعَتْ الشَّمْسُ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَإِنَّهُمَا لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ بَشَرٍ فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَصَلُّوا حَتَّى تَنْجَلِيَ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ شَيْءٍ تُوعَدُونَهُ إِلَّا قَدْ رَأَيْتُهُ فِي صَلَاتِي هَذِهِ وَلَقَدْ جِيءَ بِالنَّارِ فَذَلِك حِينَ رَأَيْتُمُونِي تَأَخَّرْتُ مَخَافَةَ أَنْ يُصِيبَنِي مِنْ لَفْحِهَا حَتَّى قُلْتُ أَيْ رَبِّ وَأَنَا فِيهِمْ وَرَأَيْتُ فِيهَا صَاحِبَ الْمِحْجَنِ يَجُرُّ قُصْبَهُ فِي النَّارِ كَانَ يَسْرِقُ الْحَاجَّ بِمِحْجَنِهِ فَإِنْ فُطِنَ بِهِ قَالَ إِنَّمَا تَعَلَّقَ بِمِحْجَنِي وَإِنْ غُفِلَ عَنْهُ ذَهَبَ بِهِ وَحَتَّى رَأَيْتُ فِيهَا صَاحِبَةَ الْهِرَّةِ الَّتِي رَبَطَتْهَا فَلَمْ تُطْعِمْهَا وَلَمْ تَتْرُكْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ حَتَّى مَاتَتْ جُوعًا وَجِيءَ بِالْجَنَّةِ فَذَلِكَ حِينَ رَأَيْتُمُونِي تَقَدَّمْتُ حَتَّى قُمْتُ فِي مَقَامِي فَمَدَدْتُ يَدِي وَأَنَا أُرِيدُ أَنْ أَتَنَاوَلَ مِنْ ثَمَرِهَا لِتَنْظُرُوا إِلَيْهِ ثُمَّ بَدَا لِي أَنْ لَا أَفْعَلَ

Terjemahan

Telah bercerita kepada kami Yahya dari Abdul Malik telah bercerita kepadaku ‘Atho’ dari Jabir berkata; Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertepatan dengan hari meninggalnya Ibrohim anak laki-laki Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Orang-orang berkata; “Sesungguhnya gerhana itu karena kematian Ibrohim”. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri lalu sholat bersama orang-orang, enam rekaat dan setiap empat sujud bertakbir, lalu membaca (ayat) yang panjang lalu rukuk sama panjangnya dengan waktu sujud, lalu mengangkat kepalanya dan membaca lebih sedikit dari bacaan yang pertama, lalu rukuk sebagaimana berdiri dan mengangkat kepalanya dengan bacaan yang lebih pendek dari bacaan yang kedua, lalu rukuk sebagaimana lamanya berdiri lalu mengangkat kepalanya. Lalu miring untuk sujud lalu bersujud dua kali lalu berdiri lalu rukuk tiga kali sebelum sujud. Rekaatnya itu lamanya lebih pendek dari pada sebelumnya dan rukuknya itu sama dengan waktu berdirinya. Kemudian beliau mengakhiri sholatnya dan orang yang berbaris di belakangnya. Lalu beliau maju dengan berdiri diikuti oleh barisan belakangnya dan melaksanakan sholat dan ternyata matahari sudah terlihat. Lalu beliau bersabda: “Wahai manusia, matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Alloh AzzaWaJalla dan keduanya tidak terjadi gerhana karena kematian manusia. Jika kalian melihat terjadi hal demikian maka sholatlah kalian sampai terlihat kembali. Sesungguhnya tidak ada sesuatu yang telah dijanjikan kepada kalian kecuali saya telah melihatnya dalam sholatku tadi, saya melihat neraka ketika kalian melihatku hendak mengakhirinya karena saya takut terkena jilatannya sampai saya berkata; Wahai Robku, saya melihat di dalamnya ada orang memakai tongkat yang bengkok menyeret lambungnya di neraka, karena dia mencuri milik orang yang berhaji dengan tongkatnya tersebut walau dia tahu. (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Dia membawa tongkatnya, jika ada yang lalai lalu dia membawanya pergi”, saya juga melihat ada seorang yang telah mengikat kucing dan tidak memberinya makan dan tidak membiarkan kucing itu untuk mencari makan sendiri sampai mati karena kelaparan. Dan saya melihat syurga ketika kalian melihat saya maju sampai saya berdiri pada tempatku dan saya ulurkan tanganku hendak mengambil buahnya agar kalian dapat melihatnya namun saya urungkan hal itu.

Admin mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan pada hadits HR. Musnad Ahmad No. 13897 – Musnad Jabir bin Abdullah Radliyallahu ta’ala ‘anhu.

Jika terdapat kesalahan dimohon untuk kontak admin lewat email berikut ini: sativawahyu4@gmail.com.

Terima kasih kawan-kawan telah mengunjungi website kami.