Hadits Tentang Waktu yang Perlu Muslim Pahami

Waktu adalah salah satu nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada umatNya. Maka, sudah sangat sepantasnya umat manusia bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin tanpa haris menyia-nyiakan waktu.

Islam pun mengajarkan setiap manusia untuk memanfaatkan waktu, baik melalui ayat Al- Qur’an maupun hadits. Dalam Islam, memnghargai waktu adalah bentuk dari bukti keimanan dan ketakwaan seorang muslim.

Kumpulan Hadits Tentang Waktu

Terdapat 500 hadits berdasarkan pencarian Hadits Tentang Waktu.

HR. Shahih Muslim No. 1025 – Disunahkannya bersegera dalam melaksanakan shalat subuh di awal waktu, yakni ketika pagi masih gelap

Bab: Disunahkannya bersegera dalam melaksanakan shalat subuh di awal waktu, yakni ketika pagi masih gelap

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Mu'adz telah menceritakan kepada kami Ayahku telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Sayyar bin Salamah katanya; aku mendengar Abu Barzah berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak mempedulikan untuk mengakhirkan sebagian shalat isya` hingga pertengahan malam, dan beliau tidak menyukai tidur sebelum isya` dan tidak menyukai pembicaraan sesudahnya." Syu'bah mengatakan; "Suatu kali aku menjumpai Sayyar dan ia berkata; "Sepertiga malam."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَيَّارِ بْنِ سَلَامَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا بَرْزَةَ يَقُولُا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُبَالِي بَعْضَ تَأْخِيرِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ وَكَانَ لَا يُحِبُّ النَّوْمَ قَبْلَهَا وَلَا الْحَدِيثَ بَعْدَهَا قَالَ شُعْبَةُ ثُمَّ لَقِيتُهُ مَرَّةً أُخْرَى فَقَالَ أَوْ ثُلُثِ اللَّيْلِ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Muslim No. 1023 – Disunahkannya bersegera dalam melaksanakan shalat subuh di awal waktu, yakni ketika pagi masih gelap

Bab: Disunahkannya bersegera dalam melaksanakan shalat subuh di awal waktu, yakni ketika pagi masih gelap

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Ghundar dari Syu'bah -(Dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mutsanna dan Ibnu Basyar, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah - dari Sa'd bin Ibrahim, dari Muhammad bin 'Amru bin Hasan bin Ali katanya; "Ketika Hajjaj tiba di Madinah, kami bertanya kepada Jabir bin Abdullah seraya berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat zhuhur di pertengahan siang ketika hari sangat panas, dan ashar ketika matahari masih bersih, dan maghrib ketika matahari terbenam, dan isya` kadang beliau mengakhirkannya dan kadang beliau menyegerakannya. Jika beliau lihat para sahabat telah berkumpul, maka beliau menyegerakannya dan jika beliau lihat para sahabat kurang bergegas mendatanginya, beliau akan mengakhirkannya, adapun subuh maka para sahabat atau Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melakukannya ketika pagi masih gelap gulita." Dan telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Muadz telah menceritakan kepada kami Ayahku telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Sa'd ia mendengar Muhammad bin 'Amru bin Al Hasan bin Ali, katanya; Al Hajjaj seringkali mengakhirkan sekian banyak shalat, maka kami bertanya kepada Jabir bin Abdullah seperti haditsnya Ghundar.

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ قَالَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ لَمَّا قَدِمَ الْحَجَّاجُ الْمَدِينَةَ فَسَأَلْنَا جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ فَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الظُّهْرَ بِالْهَاجِرَةِ وَالْعَصْرَ وَالشَّمْسُ نَقِيَّةٌ وَالْمَغْرِبَ إِذَا وَجَبَتْ وَالْعِشَاءَ أَحْيَانًا يُؤَخِّرُهَا وَأَحْيَانًا يُعَجِّلُ كَانَ إِذَا رَآهُمْ قَدْ اجْتَمَعُوا عَجَّلَ وَإِذَا رَآهُمْ قَدْ أَبْطَئُوا أَخَّرَ وَالصُّبْحَ كَانُوا أَوْ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّيهَا بِغَلَسٍ و حَدَّثَنَاه عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَعْدٍ سَمِعَ مُحَمَّدَ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ كَانَ الْحَجَّاجُ يُؤَخِّرُ الصَّلَوَاتِ فَسَأَلْنَا جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بِمِثْلِ حَدِيثِ غُنْدَرٍ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Muslim No. 1022 – Disunahkannya bersegera dalam melaksanakan shalat subuh di awal waktu, yakni ketika pagi masih gelap

Bab: Disunahkannya bersegera dalam melaksanakan shalat subuh di awal waktu, yakni ketika pagi masih gelap

Terjemahan

Dan telah menceritakan kepada kami Nashr bin Ali Al Jahdlami dan Ishaq bin Musa Al Anshari, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Ma'an dari Malik dari Yahya bin Said dari 'Amarah dari 'Aisyah katanya; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat subuh, sementara para wanita pulang dengan mengerudungi kepala mereka dengan kain, hingga mereka tidak dikenal karena keadaan masih gelap gulita." Kata Al Anshari dalam periwayatannya; "Mereka lipatkan kain di kepalanya."

Copy
Lebih Banyak

Nas

و حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ وَإِسْحَقُ بْنُ مُوسَى الْأَنْصَارِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا مَعْنٌ عَنْ مَالِكٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ إِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُصَلِّي الصُّبْحَ فَيَنْصَرِفُ النِّسَاءُ مُتَلَفِّعَاتٍ بِمُرُوطِهِنَّ مَا يُعْرَفْنَ مِنْ الْغَلَسِ و قَالَ الْأَنْصَارِيُّ فِي رِوَايَتِهِ مُتَلَفِّفَاتٍ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Muslim No. 1021 – Disunahkannya bersegera dalam melaksanakan shalat subuh di awal waktu, yakni ketika pagi masih gelap

Bab: Disunahkannya bersegera dalam melaksanakan shalat subuh di awal waktu, yakni ketika pagi masih gelap

Terjemahan

Dan telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Yunus bahwa Ibnu Syihab mengabarkan kepadanya, dia berkata; telah menceritakan kepadaku 'Urwah biun Zubair, bahwa 'Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata; "Dahulu para wanita mukminat menghadiri shalat fajar (subuh) bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan mengerudungi kepala dengan kain, kemudian mereka kembali ke rumah masing-masing, mereka tidak dikenal karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendirikan shalat subuh ketika keadaan masih pagi buta."

Copy
Lebih Banyak

Nas

و حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ أَنَّ ابْنَ شِهَابٍ أَخْبَرَهُ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ لَقَدْ كَانَ نِسَاءٌ مِنْ الْمُؤْمِنَاتِ يَشْهَدْنَ الْفَجْرَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَلَفِّعَاتٍ بِمُرُوطِهِنَّ ثُمَّ يَنْقَلِبْنَ إِلَى بُيُوتِهِنَّ وَمَا يُعْرَفْنَ مِنْ تَغْلِيسِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالصَّلَاةِ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Muslim No. 1020 – Disunahkannya bersegera dalam melaksanakan shalat subuh di awal waktu, yakni ketika pagi masih gelap

Bab: Disunahkannya bersegera dalam melaksanakan shalat subuh di awal waktu, yakni ketika pagi masih gelap

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan 'Amru An Naqid dan Zuhair bin Harb, semuanya dari Sufyan bin 'Uyainah kata 'Amru telah menceritakan kepada kami Sufyan bin 'Uyainah dari Az Zuhri dari 'Urwah dari 'Aisyah, bahwa para wanita mukminat pernah shalat subuh bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian mereka pulang dengan membungkus wajah mereka dengan kain sehingga tak seorangpun mengenalnya.

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ كُلُّهُمْ عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عُيَيْنَةَ قَالَ عَمْرٌو حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ نِسَاءَ الْمُؤْمِنَاتِ كُنَّ يُصَلِّينَ الصُّبْحَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَرْجِعْنَ مُتَلَفِّعَاتٍ بِمُرُوطِهِنَّ لَا يَعْرِفُهُنَّ أَحَدٌ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Muslim No. 1019 – Waktu shalat isya dan mengakhirkannya

Bab: Waktu shalat isya dan mengakhirkannya

Terjemahan

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abdulah bin Abu Labid dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Ibnu Umar, katanya; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jangan sampai orang arab primitive menggantikan istilah shalat isya` kalian, sungguh shalat itu dalam kitabullah tertulis dengan nama 'Isya`, hanya ia berada di tengah malam ketika unta-unta diperah susunya yang diistilahkan yu'tham."

Copy
Lebih Banyak

Nas

و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي لَبِيدٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَغْلِبَنَّكُمْ الْأَعْرَابُ عَلَى اسْمِ صَلَاتِكُمْ الْعِشَاءِ فَإِنَّهَا فِي كِتَابِ اللَّهِ الْعِشَاءُ وَإِنَّهَا تُعْتِمُ بِحِلَابِ الْإِبِلِ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Muslim No. 1018 – Waktu shalat isya dan mengakhirkannya

Bab: Waktu shalat isya dan mengakhirkannya

Terjemahan

Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb dan Ibnu Abi Umar. Zuhair mengatakan; telah menceritakan kepada kami Sufyan bin 'Uyainah dari Ibnu Abu Labid dari Abu Salamah dari Abdullah bin Umar, dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jangan sampai orang arab dusun (primitife) mengganti istilah shalat kalian, ketahuilah bahwa nama shalat malam itu adalah isya` -bukan shalat atamah-, karena memang shalat itu (dikerjakan) ketika mereka mengandangkan unta tengah malam untuk mereka perah susunya yang mereka istilahkan yu'thimuun."

Copy
Lebih Banyak

Nas

و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ قَالَ زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ ابْنِ أَبِي لَبِيدٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَغْلِبَنَّكُمْ الْأَعْرَابُ عَلَى اسْمِ صَلَاتِكُمْ أَلَا إِنَّهَا الْعِشَاءُ وَهُمْ يُعْتِمُونَ بِالْإِبِلِ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Muslim No. 1017 – Waktu shalat isya dan mengakhirkannya

Bab: Waktu shalat isya dan mengakhirkannya

Terjemahan

Dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Said dan Abu kamil Al Jahdari, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Simak dari Jabir bin Samurah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dahulu sering mendirikan shalat seperti shalat kalian ini, beliau mengakhirkan shalat isya` beberapa saat setelah shalat kalian, dan beliau meringankan shalatnya." Dalam periwayatan Abu kamil disebutkan dengan redaksi "Beliau berulang kali meringankan shalat."

Copy
Lebih Banyak

Nas

و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَأَبُو كَامِلٍ الْجَحْدَرِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الصَّلَوَاتِ نَحْوًا مِنْ صَلَاتِكُمْ وَكَانَ يُؤَخِّرُ الْعَتَمَةَ بَعْدَ صَلَاتِكُمْ شَيْئًا وَكَانَ يُخِفُّ الصَّلَاةَ وَفِي رِوَايَةِ أَبِي كَامِلٍ يُخَفِّفُ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ibnu Majah No. 1980 – Kapan waktu dianjurkannya hidup serumah dengan wanita

Bab: Kapan waktu dianjurkannya hidup serumah dengan wanita

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Waki' Ibnul Jarrah. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Abu Bisyr Bakr bin Khalaf berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id semuanya dari Sufyan dari Isma'il bin Umayyah dari Abdullah bin Urwah dari Urwah dari 'Aisyah ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menikahiku di bulan syawwal, dan hidup berumah tangga denganku juga pada bulan syawwal. Karenanya, siapakah di antara isterinya yang lebih beruntung daripadaku?" Dan 'Aisyah paling suka jika malam pertama itu dilakukan pada bulan syawwal."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعُ بْنُ الْجَرَّاحِ ح و حَدَّثَنَا أَبُو بِشْرٍ بَكْرُ بْنُ خَلَفٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ جَمِيعًا عَنْ سُفْيَانَ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ تَزَوَّجَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ فَأَيُّ نِسَائِهِ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءَهَا فِي شَوَّالٍ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan at-Tirmidzi No. 139 – Lain2

Bab: Lain2

Terjemahan

telah menceritakan kepada kami Hannad berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibnu Fudlail dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya shalat mempunyai waktu awal dan waktu akhir. Awal waktu shalat zhuhur adalah ketika matahari tergelincir dan waktu akhirnya adalah ketika telah masuk waktu asar. Awal waktu shalat asar adalah ketika telah masuk waktunya dan akhirnya adalah ketika matahari berwarna kekuningan. Awal waktu shalat maghrib adalah ketika matahari terbenam dan waktu akhirnya adalah ketika warna kemerahan telah menghilang. Awal waktu isya adalah ketika warna merah telah menghilang dan waktu akhirnya adalah pertengahan malam. Dan awal shalat subuh adalah ketika terbit fajar, dan akhir waktunya adalah ketika matahari terbit." Ia berkata; "Dalam bab ini juga ada riwayat dari Abdullah bin Amru. Abu Isa berkata; "Dan aku mendengar Muhammad berkata; "Hadits Al A'masy dari Mujahid dalam hal waktu shalat adalah lebih shahih dari hadits Muhammad bin Fudlail dari Al A'masy, sedangkan hadits Muhammad bin Fudlail terdapat kesalahan yang dilakukan Muhammad bin Fudlail. Telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Abu Ishaq Al Fazari dari Al A'masy dari Mujahid ". Ia berkata; "Terkadang disebutkan; Sesungguhnya shalat memiliki waktu awal dan akhirnya, lalu ia menyebutkan seperti hadits Muhammad bin Fudlail dari Al A'masy seperti itu dengan maknanya.

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلصَّلَاةِ أَوَّلًا وَآخِرًا وَإِنَّ أَوَّلَ وَقْتِ صَلَاةِ الظُّهْرِ حِينَ تَزُولُ الشَّمْسُ وَآخِرَ وَقْتِهَا حِينَ يَدْخُلُ وَقْتُ الْعَصْرِ وَإِنَّ أَوَّلَ وَقْتِ صَلَاةِ الْعَصْرِ حِينَ يَدْخُلُ وَقْتُهَا وَإِنَّ آخِرَ وَقْتِهَا حِينَ تَصْفَرُّ الشَّمْسُ وَإِنَّ أَوَّلَ وَقْتِ الْمَغْرِبِ حِينَ تَغْرُبُ الشَّمْسُ وَإِنَّ آخِرَ وَقْتِهَا حِينَ يَغِيبُ الْأُفُقُ وَإِنَّ أَوَّلَ وَقْتِ الْعِشَاءِ الْآخِرَةِ حِينَ يَغِيبُ الْأُفُقُ وَإِنَّ آخِرَ وَقْتِهَا حِينَ يَنْتَصِفُ اللَّيْلُ وَإِنَّ أَوَّلَ وَقْتِ الْفَجْرِ حِينَ يَطْلُعُ الْفَجْرُ وَإِنَّ آخِرَ وَقْتِهَا حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ أَبُو عِيسَى و سَمِعْت مُحَمَّدًا يَقُولُ حَدِيثُ الْأَعْمَشِ عَنْ مُجَاهِدٍ فِي الْمَوَاقِيتِ أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ مُحَمَّدِ بْنِ فُضَيْلٍ عَنْ الْأَعْمَشِ وَحَدِيثُ مُحَمَّدِ بْنِ فُضَيْلٍ خَطَأٌ أَخْطَأَ فِيهِ مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ الْفَزَارِيِّ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ كَانَ يُقَالُ إِنَّ لِلصَّلَاةِ أَوَّلًا وَآخِرًا فَذَكَرَ نَحْوَ حَدِيثِ مُحَمَّدِ بْنِ فُضَيْلٍ عَنْ الْأَعْمَشِ نَحْوَهُ بِمَعْنَاهُ

Copy
Lebih Banyak

Waktu Menurut Islam

Dikutip dari Jurnal yang berjudul Waktu dalam Perspektif Al- Qur’an yang ditulis oleh Murniyetti, Alla sudah berkali-kali menyebutka perihal waktu dalam ayata-ayat Al- Qur’an. Adapun beberapa surah yang menunjukkan akan waktu-waktu tertentu adalah sebagai berikut.

  1. Surah Al Asr ayat 1 sampai 2

Dalam surah ini dikatakan bahwa, “demi masa, sesungguhnya manusia itu memang benar-benar dalam kerugian.”

  1. Surah Al Lail ayat 1 sampai 2

Dalam surah Al Lail ayat 1 sampai 2 menjelaskan bahwa, “demi malam, apabila menutupi cahaya siang, maka demi siang apabila terang benderang.”

  1. Surah Al- Dhuha ayat 1 sampai 2

Dalamsurah Al- Dhuha dikatakan bahwa, “demi waktu dhuha, maka ketika matahari sudah naik sepenggalah, dan demi malam apabila telah sunyi.”

  1. Surah Al- Fajr ayat 1 sampai 2

Dalam surah Al- Fajr ayat 1sampai 2 disebutkan bahwa, “demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.”

  1. Surah Al- Takwir ayat 18

Untuk surah Al- Takwir ayat 18 ini menerangkat bahwa, “dan demi subuh, apabila fajar telah menyingsing.”

Ayat-ayat tersebut menunjukkan betapa pentingnya waktu dalam hidup. Sebab, Allah tidak pernah bersumpah terhadap sesuatu di dalam Al- Qur’an, kecuali memang untuk menunjukkan kelebihan yang dimiliki oleh Allah SWT.

Pentingnya dalam menghargai waktu juga telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, dalam beberapa hadits tentang waktu seperti berikut ini.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga, bahkan tidak boleh disia-siakan begitu saja. Beliau pun memberikan contoh kepada sahabatnya tentunya betapa pentingnya menghargai waktu.

Dikutip dari buku berjudul Manajemen Syaraiah dalam Praktik yang ditulis oleh Didin Hafidhuddin, dalam sebuah hadits yang sudah diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:

Siapkan lima sebelum datangnya lima. Masa hidupmu sebelum datangnya waktu matimu kelak. Masa sehatmu sebelum datang masa waktu sakitmu, masa senggngmu sebelum datang masa sibukmu, masa mudamu sebelum datang masa tuamu, dan masa kayamu sebelum datang waktu miskinmu.” (HR. Baihaqi).

Sementara itu, Ibnu Umar dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari juga menerangkan bahwa, “jika engkau dalam waktu sore, maka janganlah engkau menunggu datangnya waktu pagi. Dan, jika pada waktu pagi, maka janganlah engkau menunggu datangnya waktu sore. Pergunakanlah waktu sehatmnu untuk beramal, sebelum nantinya datang waktu sakitmu. Dan gunakanlah waktu hidupmu, sebelum nantinya datang waktu matimu.” (HR. Bukhari).

Kedua hadits tersebut mengajarkan kepada umat muslim tentang betapa pentingnya mengelola waktu dengan baik. Jika Anda bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin, maka tentunya akan membawa kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

Dikutip dari jurnal berjudul Waktu dalam Perspektif Al- Qur’an, maka penjelasan yang sudah disebutkan diatas dapat diperkuat dengan hadits lainnya. Ibnu Abbas sendiri menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Ada dua nikmat yang kebanyakan memang manusia rugi di dalamnya. Kedua nikmat tersebut diantaranya adalah kesehatan, dan kesempatan.” (HR. Al Suyuthy ayat 555).

Jadi, akan sangat disayangkan apabila ada seorang muslim yang tidak bisa menghargai waktu dengan baik. Sebab, waktu merupakan harta yang paling berharga dan sesuatu yang tidak bisa diputar bahkan diulang lagi.

Oleh karena itu, sudah seharusnya Anda bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin dengan menerapkan beberapa hadits tentang waktu seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Admin mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan pada artikel Hadits Tentang Waktu yang Perlu Muslim Pahami.

Jika terdapat kesalahan dimohon untuk kontak admin lewat email berikut ini: sativawahyu4@gmail.com.

Terima kasih kawan-kawan telah mengunjungi website kami.

Leave a Comment