Hadits Tentang Silaturahmi dan Dampaknya dalam Kehidupan

Setiap muslim dianjurkan untuk selalu menjalin hubungan silaturahmi dengan kerabat atau orang terdekat baik itu tetangga dan lainnya. Banyak hadits tentang silaturahmi yang jika dimaknai secara mendalam berdampak baik dalam kehidupan.

Ikatan tali silaturahmi yang dijalin dengan baik akan mendatangkan banyak manfaat. Begitu pula sebaliknya, jika diputus dengan sengaja maka ada kerugian yang dirasakan oleh seseorang. Penasaran bagaimana makna hadits terkait silaturahmi dan keutamaannya?. Yuk, baca artikel ini sampai selesai.

Kumpulan Hadits Tentang Silaturahmi

Terdapat 195 hadits berdasarkan pencarian Hadits Tentang Silaturahmi.

HR. Shahih Muslim No. 4640 – Silaturahmi dan haramnya untuk memutuskannya

Bab: Silaturahmi dan haramnya untuk memutuskannya

Terjemahan

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Al Mutsanna dan Muhammad bin Basysyar dan lafazh ini milik Ibnu Al Mutsanna dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far; Telah menceritakan kepada kami Syu'bah dia berkata; Aku mendengar Al A'laa bin 'Abdur Rahman bercerita dari Bapaknya dari Abu Hurairah bahwasanya seorang laki-laki pernah berkata; "Ya Rasulullah, saya mempunyai kerabat. Saya selalu berupaya untuk menyambung silaturahim kepada mereka, tetapi mereka memutuskannya. Saya selalu berupaya untuk berbuat baik kepada mereka, tetapi mereka menyakiti saya. Saya selalu berupaya untuk lemah lembut terhadap mereka, tetapi mereka tak acuh kepada saya." Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Jika benar seperti apa yang kamu katakan, maka kamu seperti memberi makan mereka debu yang panas, dan selama kamu berbuat demikian maka pertolongan Allah akan selalu bersamamu.'

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَاللَّفْظُ لِابْنِ الْمُثَنَّى قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ الْعَلَاءَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي قَرَابَةً أَصِلُهُمْ وَيَقْطَعُونِي وَأُحْسِنُ إِلَيْهِمْ وَيُسِيئُونَ إِلَيَّ وَأَحْلُمُ عَنْهُمْ وَيَجْهَلُونَ عَلَيَّ فَقَالَ لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمْ الْمَلَّ وَلَا يَزَالُ مَعَكَ مِنْ اللَّهِ ظَهِيرٌ عَلَيْهِمْ مَا دُمْتَ عَلَى ذَلِكَ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Muslim No. 4638 – Silaturahmi dan haramnya untuk memutuskannya

Bab: Silaturahmi dan haramnya untuk memutuskannya

Terjemahan

Telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya At Tujibi; Telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dari Anas bin Malik dia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezkinya, atau ingin dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung silaturrahmi."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى التُّجِيبِيُّ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ أَوْ يُنْسَأَ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Muslim No. 4637 – Silaturahmi dan haramnya untuk memutuskannya

Bab: Silaturahmi dan haramnya untuk memutuskannya

Terjemahan

Telah menceritakan kepadaku 'Abdullah bin Muhammad bin Asma' Adh Dhaba'i; Telah menceritakan kepada kami Juwariyah dari Malik dari Az Zuhri bahwa Muhammad bin Jubair bin Muth'im; Telah mengabarkan kepadanya bahwa Bapaknya mengabarkan kepadanya, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak masuk surga orang yang memutuskan silaturrahmi." Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi' dan Abad bin Humaid dari Abdurrazak dari Ma'mar dari Az Zuhri melalui jalur ini dengan Hadits yang serupa. Dia berkata dengan lafazh; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَسْمَاءَ الضُّبَعِيُّ حَدَّثَنَا جُوَيْرِيَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَاهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّزَّاقِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ وَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Muslim No. 4636 – Silaturahmi dan haramnya untuk memutuskannya

Bab: Silaturahmi dan haramnya untuk memutuskannya

Terjemahan

Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb dan Ibnu Abu 'Umar keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhri dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im dari Bapaknya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak masuk surga orang yang memutuskan." Ibnu Abu Umar berkata; Sufyan berkata; 'Yaitu yang memutuskan silaturrahmi.'

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ قَالَ ابْنُ أَبِي عُمَرَ قَالَ سُفْيَانُ يَعْنِي قَاطِعَ رَحِمٍ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Muslim No. 4635 – Silaturahmi dan haramnya untuk memutuskannya

Bab: Silaturahmi dan haramnya untuk memutuskannya

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Zuhair bin Harb dan lafazh ini milik Abu Bakr. Dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Waki' dari Mu'awiyah bin Muzarrid dari Yazid bin Ruman dari 'Urwah dari 'Aisyah berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Rahim (kasih sayang) itu tergantung di 'Arasy, seraya berkata; "Siapa yang menyambungkanku, maka Allah pun akan menyambungkannya. Dan barangsiapa yang memutuskanku, niscaya Allah pun akan memutuskannya pula."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَاللَّفْظُ لِأَبِي بَكْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِي مُزَرِّدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ رُومَانَ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّحِمُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ تَقُولُ مَنْ وَصَلَنِي وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَنِي قَطَعَهُ اللَّهُ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Muslim No. 4634 – Silaturahmi dan haramnya untuk memutuskannya

Bab: Silaturahmi dan haramnya untuk memutuskannya

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id bin Jamil bin Tharif bin 'Abdullah Ats Tsaqafi dan Muhammad bin 'Abbad keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Hatim yaitu Ibnu Isma'il dari Mu'awiyah yaitu Ibnu Abu Muzarrid -budak- dari Bani Hasyim; Telah menceritakan kepadaku Pamanku, Abu Al Hubab Sa'id bin Yasar dari Abu Hurairah dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Setelah Allah Azza wa Jalla menciptakan semua makhluk, maka rahim pun berdiri sambil berkata; 'Inikah tempat bagi yang berlindung dari terputusnya silaturahim (Menyambung silaturahim).' Allah Subhanahu wa Ta'ala menjawab: 'Benar. Tidakkah kamu rela bahwasanya Aku akan menyambung orang yang menyambungmu dan memutuskan yang memutuskanmu? ' Rahim menjawab; 'Tentu.' Allah berfirman: 'ltulah yang kamu miliki.' Setelah itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Jika kamu mau, maka bacalah ayat berikut ini: Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan berbuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah dan ditulikan telinga mereka serta dibutakan penglihatan mereka. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ataukah hati mereka terkunci? (QS. Muhammad 22-24).

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ جَمِيلِ بْنِ طَرِيفِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِيُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ قَالَا حَدَّثَنَا حَاتِمٌ وَهُوَ ابْنُ إِسْمَعِيلَ عَنْ مُعَاوِيَةَ وَهُوَ ابْنُ أَبِي مُزَرِّدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ حَدَّثَنِي عَمِّي أَبُو الْحُبَابِ سَعِيدُ بْنُ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ الْخَلْقَ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مِنْهُمْ قَامَتْ الرَّحِمُ فَقَالَتْ هَذَا مَقَامُ الْعَائِذِ مِنْ الْقَطِيعَةِ قَالَ نَعَمْ أَمَا تَرْضَيْنَ أَنْ أَصِلَ مَنْ وَصَلَكِ وَأَقْطَعَ مَنْ قَطَعَكِ قَالَتْ بَلَى قَالَ فَذَاكِ لَكِ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ { فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمْ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا }

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Muslim No. 4631 – Keutamaan menyambung tali silaturahmi dengan sahabat-sahabat orang tua

Bab: Keutamaan menyambung tali silaturahmi dengan sahabat-sahabat orang tua

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Hasan bin 'Ali Al Hulwani; Telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim bin Sa'ad; Telah menceritakan kepada kami Bapakku dan Al Laits bin Sa'ad seluruhnya dari Yazid bin 'Abdullah bin Usamah bin Al Hadi dari 'Abdullah bin Dinar dari Ibnu 'Umar bahwasanya apabila ia hendak ke Makkah, maka biasanya ia membawa keledainya untuk dikendarainya jika -ia sudah bosan untuk mengendarai unta, - sambil mengikatkan sorban pada kepalanya. Pada suatu hari, ketika ia sedang mengendarai keledainya, tiba-tiba ada seorang laki-laki Arab badui yang lewat, maka dia berkata; "Bukankah kamu ini adalah fulan bin fulan?" Orang tersebut menjawab; 'Ya, benar.' Lalu Ibnu Umar memberikan keledainya kepada orang itu sambil berkata; 'Ambillah keledai ini untuk kendaraanmu! ' Selain itu, ia juga memberikan sorbannya dengan mengatakan; 'lkatkanlah surban ini di kepalamu! ' Salah seorang sahabat berkata kepada Abdullah bin Umar; 'Semoga Allah mengampunimu hai lbnu Umar, karena kamu telah memberikan keledai yang biasa kamu jadikan kendaraanmu dan sorban yang biasa kamu ikatkan di kepalamu kepada orang Arab badui itu.' Abdullah bin Umar menjawab; 'Wahai sahabat ketahuilah bahwasanya saya pernah mendengar Rasulullah bersabda: 'Di antara bakti seseorang yang paling baik kepada orang tuanya adalah menyambung tali keluarga karib orang tuanya setelah orang tuanya meninggal dunia.' Sesungguhnya bapak orang Arab badui itu dahulu adaIah teman Umar bin Khaththab."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنَا أَبِي وَاللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ جَمِيعًا عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُسَامَةَ بْنِ الْهَادِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا خَرَجَ إِلَى مَكَّةَ كَانَ لَهُ حِمَارٌ يَتَرَوَّحُ عَلَيْهِ إِذَا مَلَّ رُكُوبَ الرَّاحِلَةِ وَعِمَامَةٌ يَشُدُّ بِهَا رَأْسَهُ فَبَيْنَا هُوَ يَوْمًا عَلَى ذَلِكَ الْحِمَارِ إِذْ مَرَّ بِهِ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ أَلَسْتَ ابْنَ فُلَانِ بْنِ فُلَانٍ قَالَ بَلَى فَأَعْطَاهُ الْحِمَارَ وَقَالَ ارْكَبْ هَذَا وَالْعِمَامَةَ قَالَ اشْدُدْ بِهَا رَأْسَكَ فَقَالَ لَهُ بَعْضُ أَصْحَابِهِ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ أَعْطَيْتَ هَذَا الْأَعْرَابِيَّ حِمَارًا كُنْتَ تَرَوَّحُ عَلَيْهِ وَعِمَامَةً كُنْتَ تَشُدُّ بِهَا رَأْسَكَ فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ مِنْ أَبَرِّ الْبِرِّ صِلَةَ الرَّجُلِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ بَعْدَ أَنْ يُوَلِّيَ وَإِنَّ أَبَاهُ كَانَ صَدِيقًا لِعُمَرَ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Muslim No. 4630 – Keutamaan menyambung tali silaturahmi dengan sahabat-sahabat orang tua

Bab: Keutamaan menyambung tali silaturahmi dengan sahabat-sahabat orang tua

Terjemahan

Telah menceritakan kepadaku Abu Ath Thahir; Telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah bin Wahb; Telah mengabarkan kepadaku Haiwah bin Syuraih dari Ibnu Al Hadi dari 'Abdullah bin Dinar dari 'Abdullah bin 'Umar bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya kebajikan yang utama ialah apabila seseorang melanjutkan hubungan (silaturrahim) dengan keluarga sahabat baik ayahnya."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ عَنْ ابْنِ الْهَادِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبَرُّ الْبِرِّ أَنْ يَصِلَ الرَّجُلُ وُدَّ أَبِيهِ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Muslim No. 4629 – Keutamaan menyambung tali silaturahmi dengan sahabat-sahabat orang tua

Bab: Keutamaan menyambung tali silaturahmi dengan sahabat-sahabat orang tua

Terjemahan

Telah menceritakan kepadaku Abu Ath Thahir Ahmad bin 'Amru bin Sarh; Telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah bin Wahb; Telah mengabarkan kepadaku Sa'id bin Abu Ayyub dari Al Walid bin Abu Al Walid dari 'Abdullah bin Dinar dari 'Abdullah bin 'Umar dia berkata; "Seorang laki-laki desa bertemu dengannya di salah satu jalan di kota Mekkah. Lalu 'Abdullah memberi salam kepadanya dan menaikkannya ke atas keledai yang dikendarainya, dan diberinya serban yang sedang dipakainya di kepala." Kata Ibnu Dinar; "Maka kami berkata kepada 'Abdullah bin 'Umar; 'semoga Allah ta'ala membalas kebaikan Anda. Sesungguhnya orang desa itu lebih suka yang sederhana." Jawab 'Abdullah; "Bapak orang ini adalah sahabat baik 'Umar bin Khaththab. Aku mendengar Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya kebajikan yang utama ialah apabila seorang anak melanjutkan hubungan (silaturrahim) dengan keluarga sahabat baik ayahnya."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ سَرْحٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ أَبِي الْوَلِيدِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَجُلًا مِنْ الْأَعْرَابِ لَقِيَهُ بِطَرِيقِ مَكَّةَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ عَبْدُ اللَّهِ وَحَمَلَهُ عَلَى حِمَارٍ كَانَ يَرْكَبُهُ وَأَعْطَاهُ عِمَامَةً كَانَتْ عَلَى رَأْسِهِ فَقَالَ ابْنُ دِينَارٍ فَقُلْنَا لَهُ أَصْلَحَكَ اللَّهُ إِنَّهُمْ الْأَعْرَابُ وَإِنَّهُمْ يَرْضَوْنَ بِالْيَسِيرِ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ إِنَّ أَبَا هَذَا كَانَ وُدًّا لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ وَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ صِلَةُ الْوَلَدِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Muslim No. 4639 – Silaturahmi dan haramnya untuk memutuskannya

Bab: Silaturahmi dan haramnya untuk memutuskannya

Terjemahan

Dan telah menceritakan kepadaku 'Abdul Malik bin Syu'aib bin Al Laits; Telah menceritakan kepadaku Bapakku dari Kakekku; Telah menceritakan kepadaku 'Uqail bin Khalid dia berkata; Ibnu Syihab berkata; Telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezkinya, dan ingin dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung silaturrahmi."

Copy
Lebih Banyak

Nas

و حَدَّثَنِي عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ اللَّيْثِ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي حَدَّثَنِي عُقَيْلُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ أَخْبَرَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Copy
Lebih Banyak

6 Makna Hadits Tentang Silaturahmi Serta Keutamaannya

Rasulullah SAW menyebutkan dalam beberapa hadits dimana silaturahmi menjadi kunci kehidupan yang rukun, aman dan nyaman. Mustahil manusia di dunia ini bisa hidup tanpa memerlukan orang lain, dari sini kita bisa melihat sedikit betapa pentingnya silaturahmi dalam kehidupan.

Pastinya Anda ingin tahu bukan apa saja makna hadits dari Rasulullah SAW terkait dengan silaturahmi. Berikut setidaknya 6 makna hadits serta keutamaannya:

1. Dipermudah Jalan Masuk Surga

Setiap muslim dipastikan merindukan surga Allah SWT. Salah satu jalan untuk setiap muslim yang ingin dipermudah jalannya menuju surga adalah dengan menebar salam, memberi makan dan juga menyambung tali silaturahmi dengan sesama saudara.

Hadits terkait dengan jalan masuk surga yang dipermudah di atas sudah disebutkan oleh Rasulullah SAW. Mengingat mudahnya amalan tersebut untuk diamalkan, jadi tidak ada alasan untuk meninggalkannya bukan?.

2. Dilapangkan Rezekinya

Manusia di dunia ini berlomba-lomba untuk mencari rezeki dari Allah SWT, bahkan tak sedikit orang menempuh jalan yang salah demi mendapat rezeki. Terkait menlancarkan rezeki rupanya terdapat hadits yang menjelaskan bahwa menjalin silaturahmi bisa melapangkan rezeki dan menambah umur yang panjang.

3. Bukti Beriman Kepada Allah SWT

Menjalin silaturahmi juga menjadi tanda bahwa seorang muslim beriman kepada Allah SWT dan hari akhir. Hadits Rasulullah SAW terkait dengan hal ini disebutkan dengan jelas.

Jika seorang muslim beriman kepada Allah SWT serta hari akhir maka hendaknya mereka memuliakan tamu, serta berkata baik. Salah satu dari tiga perkara yang dianjurkan dalam hadits ini secara langsung memberikan kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain.

4. Mendapat Rahmat dari Allah SWT

Hadits selanjutnya memberikan makna jika seseorang menjalin silaturahmi maka akan mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Jika seseorang memutus tali silaturahmi dengan sengaja terhadap saudaranya maka putus juga rahmat Allah SWT untuknya.

5. Mendapat Siksa di Dunia

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa ada dosa yang akan dipercepat siksanya di dunia yaitu memutuskan tali kekerabatan dengan saudaranya. Selain itu Allah SWT juga sudah menyiapkan siksa di akhirat.

6. Menjalankan Anjuran Rasulullah SAW

Tidak hanya satu kali Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menjalin tali silaturahmi dengan saudaranya. Manfaat menjalin silaturahmi yang baik bisa dirasakan secara langsung dan dampak buruknya juga demikian.

Manusia di bumi menjadi khalifah atau pemimpin, maka setelah Allah SWT berikan kekuasaan tersebut sebagai manusia sangat tidak pantas untuk merusak silaturahmi satu sama lain. Alangkah baiknya menjalin hubungan baik demi kebaikan di bumi.

Kesimpulan

Nah, itu dia 6 makna hadits tentang silaturahmi yang bisa Anda serap makna serta keutamaannya dalam kehidupan. Dengan menjalin silaturahmi maka kehidupan anda di dunia akan lebih mudah dan juga mendapat balasan baik di akhirat kelak.

Admin mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan pada artikel Hadits Tentang Silaturahmi dan Dampaknya dalam Kehidupan.

Jika terdapat kesalahan dimohon untuk kontak admin lewat email berikut ini: sativawahyu4@gmail.com.

Terima kasih kawan-kawan telah mengunjungi website kami.

Leave a Comment