Hadits tentang Senyum Menurut Pandangan Agama Islam

Tersenyum mampu memberikan energi positif. Dengan tersenyum kita mendapatkan banyak manfaat dan keuntungan. Begitupun di mata agama, senyum merupakan sebuah kebaikan dan termasuk ibadah. Hal ini terbukti pada penjelasan hadits tentang senyum. 

Dalam fisiologi senyum merupakan ekspresi wajah yang terjadi karena gerakan di bibir ataupun pada dua ujung bibir yang terbentuk melengkung. Ekspresi sederhana ini memiliki banyak manfaat bahkan di mata agama islam memiliki banyak keutamaanya. Untuk lebih jelasnya mari simak hadits mengenai senyum yang ada di bawah ini.

Hadits tentang Senyum 

Di bawah ini merupakan beberapa hadits tentang senyum terhadap keutamaannya di mata agama islam. Berikut beserta penjelasannya. 

1. Senyum adalah Kebaikan

Seperti yang kita ketahui, bahwa senyum merupakan suatu energi yang positif dan tentunya memiliki banyak manfaatnya, terutama dalam kebaikan. Senyum disebut sebagai perbuatan kebaikan, ini dinyatakan dalam sebuah hadits riwayat Muslim tepatnya di no 2626.

“Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya  dengan bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri.” (HR. Muslim no 2626)

Dalam riwayat di atas, dapat kita  pelajari bahwasannya saat berjumpa dengan saudara, rekan, ataupun orang-orang lainnya kita sebaiknya memberikan wajah yang berseri alias tersenyum. Sebab, mampu memunculkan kebaikan itu sendiri.

2. Hadits Senyum itu Sedekah

Pernahkah kamu mendengar bahwa senyum merupakan sedekah? Yap, benar. Hal ini tentu memudahkan seseorang yang fakir harta dan ingin melakukan sedekah. Sebab, dengan senyuman ia bisa mendapatkan pahala bersedekah. 

Hal tersebut tentunya didukung oleh hadits berikut ini:

“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai)sedekah bagimu” (HR. Tirmidzi)

Tentu saja ini merupakan kabar gembira bagi setiap umat muslim, sebab tanpa mengeluarkan sedikit hartanya ia masih bisa bersedekah hanya dengan tersenyum di hadapan saudaranya, rekannya, ataupun orang-orang yang ada di lingkungannya.  

3. Hadits Senyumnya Rasulullah

Senyum mampu menghangatkan hubungan terhadap orang lain, sebab itulah kita diharuskan untuk selalu berseri di saat bertemu dengan orang lain. Sebab tadi, senyum merupakan kebajikan dan salah satu ibadah sedekah. 

Bahkan, Rasulullah merupakan seseorang yang begitu melimpah banyak rasa kasih sayangnya, hal ini karena senyumnya Rasulullah tidak pernah luntur. 

Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz’I dia berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah SAW. ” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah Saw, saja selalu tersenyum, masa umatnya tidak mau tersenyum untuk kebaikan?

4. Senyum yang Dilarang

Dan tahukah Anda, bahwa ada senyum yang dilarang, yakni tertawa berlebihan. Hal ini ditunjukan dengan hadits riwayat at-Tirmidzi no.22277 yang berbunyi:

 “Sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati dan menghilangkan kharisma seorang mukmin.” (HR at-Tirmizi no.2227)

Nah dengan ini, kita tahu betul bahwa yang berlebihan memiliki dampak mudharatnya. Selain itu, Rasulullah tidak pernah terlihat tertawa terbahak-bahak, sesuai dengan dukungan hadits yang ada di bawah ini.

“Tidak Pernah sekalipun aku melihat Rasulullah SAW tertawa terbahak-bahak, sehingga kelihatan kerongkongannya. Akan tetapi, tertawanya baginda adalah dengan tersenyum.” (HR Ibnu Majah no. 4183)

Oleh karena itu, tersenyumlah secukupnya tanpa berlebihan hingga tertawa terbahak-bahak. Senyum merupakan suatu perbuatan kebaikan jika dilakukan tanpa berlebihan.

Kumpulan Hadits Tentang Senyum Lainnya

Terdapat 22 hadits berdasarkan pencarian Hadits Tentang Senyum.

HR. Shahih Al-Bukhari No. 5362 – Burud, Hibaroh dan Syamlah

Bab: Burud, Hibaroh dan Syamlah

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Abdullah dia berkata; telah menceritakan kepadaku Malik dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah dari Anas bin Malik dia berkata; "Saya berjalan bersama Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam, ketika itu beliau mengenakan kain (selimut) Najran yang tebal ujungnya, lalu ada seorang Arab badui (dusun) yang menemui beliau. Langsung ditariknya Rasulullah dengan kuat hingga saya melihat permukaan bahu beliau membekas lantaran ujung selimut akibat tarikan Arab badui yang kasar. Arab badui tersebut berkata; "Wahai Muhammad berikan kepadaku dari harta yang diberikan Allah padamu", maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam menoleh kepadanya diiringi senyum serta menyuruh salah seorang sahabat untuk memberikan sesuatu kepadanya."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كُنْتُ أَمْشِي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهِ بُرْدٌ نَجْرَانِيٌّ غَلِيظُ الْحَاشِيَةِ فَأَدْرَكَهُ أَعْرَابِيٌّ فَجَبَذَهُ بِرِدَائِهِ جَبْذَةً شَدِيدَةً حَتَّى نَظَرْتُ إِلَى صَفْحَةِ عَاتِقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَثَّرَتْ بِهَا حَاشِيَةُ الْبُرْدِ مِنْ شِدَّةِ جَبْذَتِهِ ثُمَّ قَالَ يَا مُحَمَّدُ مُرْ لِي مِنْ مَالِ اللَّهِ الَّذِي عِنْدَكَ فَالْتَفَتَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ ضَحِكَ ثُمَّ أَمَرَ لَهُ بِعَطَاءٍ

Copy
Lebih Banyak

HR. Musnad Ahmad No. 11629 – Musnad Anas bin Malik Radliyallahu ‘anhu

Bab: Musnad Anas bin Malik Radliyallahu 'anhu

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhri dari Anas ia berkata; "Terakhir kali aku bisa melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah pada hari senin, yaitu ketika beliau membuka tirai (kamar), sedang waktu itu orang-orang berada di belakang Abu Bakar. Aku melihat wajah beliau seperti selembar kertas yang bersih. Orang-orang ingin bergerak (menemui beliau) tetapi beliau memberikan isyarat agar tetap diam, beliau melemparkan senyum lalu beliau shallallahu 'alaihi wasallam meninggal dunia pada penghujung hari itu."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَنَسٍ قَالَ آخِرُ نَظْرَةٍ نَظَرْتُهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ كَشَفَ السِّتَارَةَ وَالنَّاسُ خَلْفَ أَبِي بَكْرٍ فَنَظَرْتُ إِلَى وَجْهِهِ كَأَنَّهُ وَرَقَةُ مُصْحَفٍ فَأَرَادَ النَّاسُ أَنْ يَتَحَرَّكُوا فَأَشَارَ إِلَيْهِمْ أَنْ اثْبُتُوا وَيَلْقَى السَّجْفَ وَتُوُفِّيَ فِي آخِرِ ذَلِكَ الْيَوْمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Copy
Lebih Banyak

Nah itulah penjelasan mengenai keutamaan keempat hadits tentang senyum di atas. Dengan membaca artikel, semoga bisa bermanfaat dan menerapkan keutamaan tersenyum ini agar senantiasa mendapatkan kebaikan dari senyum itu sendiri, ya.

Admin mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan pada artikel Hadits tentang Senyum Menurut Pandangan Agama Islam.

Jika terdapat kesalahan dimohon untuk kontak admin lewat email berikut ini: sativawahyu4@gmail.com.

Terima kasih kawan-kawan telah mengunjungi website kami.

Leave a Comment