Hadits Tentang Niat dan Keutamaannya Menurut Islam

Niat merupakan modal paling utama dalam diri untuk bergerak. Terutama dalam mewujudkan suatu impian yang dikerjakan karena Allah SWT. Impian yang diwujudkan berlandaskan dengan niat pasti akan terasa berbeda bila dibandingkan dengan mewujudkan impian tanpa niat. Hal ini dinamakan sebagai keutamaan dari niat yang tertanamkan. Berikut ini ada beberapa keutamaannya.

Kumpulan Hadits Tentang Niat

Terdapat 169 hadits berdasarkan pencarian Hadits Tentang Niat.

HR. Shahih Al-Bukhari No. 52 – Sesungguhnya amal itu bergantung dengan niat dan pengharapan, dan setiap mukmin akan mendapatkan sesuai dengan niatnya

Bab: Sesungguhnya amal itu bergantung dengan niat dan pengharapan, dan setiap mukmin akan mendapatkan sesuai dengan niatnya

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Yahya bin Sa'id dari Muhammad bin Ibrahim dari Alqamah bin Waqash dari Umar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan.".

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ عَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ad-Darimi No. 362 – Siapa mencari ilmu tanpa niyat, ilmu akan mengembalikan kepada niat

Bab: Siapa mencari ilmu tanpa niyat, ilmu akan mengembalikan kepada niat

Terjemahan

Telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Sa`ad telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Al Ajlah telah menceritakan kepadaku ayahku dari Mujahid ia berkata: "Dahulu kami mencari ilmu ini dengan tanpa niat yang benar. Kemudian Allah memberi niat (kepada kami) di kemudian hari".

Copy
Lebih Banyak

Nas

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْأَجْلَحِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ طَلَبْنَا هَذَا الْعِلْمَ وَمَا لَنَا فِيهِ كَبِيرُ نِيَّةٍ ثُمَّ رَزَقَ اللَّهُ بَعْدُ فِيهِ النِّيَّةَ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ad-Darimi No. 361 – Siapa mencari ilmu tanpa niyat, ilmu akan mengembalikan kepada niat

Bab: Siapa mencari ilmu tanpa niyat, ilmu akan mengembalikan kepada niat

Terjemahan

Telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Imran telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yaman ia berkata: "Aku pernah mendengar Sufyan sejak empat puluh tahun yang lalu, ia berkata: 'Hari ini tak ada yang lebih utama daripada perburuan hadis. Mereka berkomentar kepada Sofyan; "Paling-paling mereka mencarinya tanpa niat". Kontan Sofyan berkata: "Pencarian mereka untuk berburu hadis itu sendiri merupakan niat' ".

Copy
Lebih Banyak

Nas

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عِمْرَانَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَمَانٍ قَالَ سَمِعْتُ سُفْيَانَ مُنْذُ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ مَا كَانَ طَلَبُ الْحَدِيثِ أَفْضَلَ مِنْهُ الْيَوْمَ قَالُوا لِسُفْيَانَ إِنَّهُمْ يَطْلُبُونَهُ بِغَيْرِ نِيَّةٍ قَالَ طَلَبُهُمْ إِيَّاهُ نِيَّةٌ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan at-Tirmidzi No. 662 – Tidak dianggap puasa tanpa disertai niat ketika malam

Bab: Tidak dianggap puasa tanpa disertai niat ketika malam

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abu Maryam telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Ayyub dari Abdullah bin Abu Bakar dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah dari ayahnya dari Hafshah dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: " Barangsiapa yang belum niat sebelum fajar maka puasanya tidak sah". Abu 'Isa berkata, kami tidak mengetahui hadits Hafshah diriwayatkan secara marfu' kecuali melalui jalur ini. Telah diriwayatkan dari Nafi' dari Ibnu Umar bahwa ini adalah perkataannya Ibnu Umar dan pernyataan ini lebih shahih. Demikian juga hadits ini diriwayatkan dari Az Zuhri secara mauquf dan tidak kami ketahui ada yang memarfu'kan hadits ini kecuali Yahya bin Ayyub. Maksud dari hadits ini menurut para ulama ialah "Barang siapa yang tidak niat sebelum terbitnya fajar di bulan Ramadlan atau ketika mengqadla' puasa Ramadlan atau ketika puasa nadzar, maka shaumnya tidak sah. Adapun puasa sunnah, maka boleh berniat sesudah terbitnya fajar. ini adalah pendapat Syafi'i, Ahmad dan Ishaq.

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ حَفْصَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ لَمْ يُجْمِعْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ حَفْصَةَ حَدِيثٌ لَا نَعْرِفُهُ مَرْفُوعًا إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَقَدْ رُوِيَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَوْلُهُ وَهُوَ أَصَحُّ وَهَكَذَا أَيْضًا رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ الزُّهْرِيِّ مَوْقُوفًا وَلَا نَعْلَمُ أَحَدًا رَفَعَهُ إِلَّا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَإِنَّمَا مَعْنَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ لَا صِيَامَ لِمَنْ لَمْ يُجْمِعْ الصِّيَامَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ فِي رَمَضَانَ أَوْ فِي قَضَاءِ رَمَضَانَ أَوْ فِي صِيَامِ نَذْرٍ إِذَا لَمْ يَنْوِهِ مِنْ اللَّيْلِ لَمْ يُجْزِهِ وَأَمَّا صِيَامُ التَّطَوُّعِ فَمُبَاحٌ لَهُ أَنْ يَنْوِيَهُ بَعْدَ مَا أَصْبَحَ وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَقَ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Al-Bukhari No. 2613 – Wajibnya berangkat perang, dan kewajiban berjihad dan niat

Bab: Wajibnya berangkat perang, dan kewajiban berjihad dan niat

Terjemahan

Telah bercerita kepada kami 'Amru bin 'Ali telah bercerita kepada kami Yahya bin Sa'id telah bercerita kepada kami Sufyan berkata telah bercerita kepadaku Manshur dari Mujahid dari Thowus dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda pada hari penaklukan kota Makkah: "Tidak ada lagi hijrah setelah kemenangan (Makkah) akan tetapi yang tetap ada adalah jihad dan niat. Maka jika kalian diperintahkan berangkat berjihad, berangkatlah".

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنِي مَنْصُورٌ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَوْمَ الْفَتْحِ لَا هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوا

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Al-Bukhari No. 53 – Sesungguhnya amal itu bergantung dengan niat dan pengharapan, dan setiap mukmin akan mendapatkan sesuai dengan niatnya

Bab: Sesungguhnya amal itu bergantung dengan niat dan pengharapan, dan setiap mukmin akan mendapatkan sesuai dengan niatnya

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata, telah mengabarkan kepadaku 'Adi bin Tsabit berkata: Aku pernah mendengar Abdullah bin Yazid dari Abu Mas'ud dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Apabila seseorang memberi nafkah untuk keluarganya dengan niat mengharap pahala maka baginya Sedekah".

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي عَدِيُّ بْنُ ثَابِتٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ يَزِيدَ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى أَهْلِهِ يَحْتَسِبُهَا فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Muslim No. 3122 – sumpah orang yang bersumpah berdasarkan niat orang yang meminta sumpah

Bab: sumpah orang yang bersumpah berdasarkan niat orang yang meminta sumpah

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun dari Husyaim dari Abbad bin Abu Shalih dari Ayahnya dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sumpah itu tergantung dengan niat orang yang mengatakan sumpah."

Copy
Lebih Banyak

Nas

و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ عَنْ هُشَيْمٍ عَنْ عَبَّادِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْيَمِينُ عَلَى نِيَّةِ الْمُسْتَحْلِفِ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ibnu Majah No. 4220 – Niat

Bab: Niat

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Muhammad telah memberitakan kepada kami Zakariya bin 'Adi telah memberitakan kepada kami Syarik dari Al A'masy dari Abu Sufyan dari Jabir dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Manusia akan di kumpulkan sesuai dengan niat mereka masing-masing."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ أَنْبَأَنَا زَكَرِيَّا بْنُ عَدِيٍّ أَنْبَأَنَا شَرِيكٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى نِيَّاتِهِمْ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ibnu Majah No. 4219 – Niat

Bab: Niat

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Sinan dan Muhammad bin Yahya keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun dari Syarik dari Laits dari Thawus dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hanyasanya manusia akan dikumpulkan sesuai dengan niat mereka masing-masing."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى قَالَا حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ عَنْ شَرِيكٍ عَنْ لَيْثٍ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا يُبْعَثُ النَّاسُ عَلَى نِيَّاتِهِمْ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ibnu Majah No. 4217 – Niat

Bab: Niat

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun. Dan diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rumh telah memberitakan kepada kami Al Laits bin Sa'd keduanya berkata; telah memberitakan kepada kami Yahya bin Sa'id bahwa Muhammad bin Ibrahim At Taimi telah mengabarkan bahwa dia pernah mendengar 'Alqamah bin Waqash bahwa dia mendengar Umar bin Khatthab sedang berkhotbah di hadapan manusia, katanya;; "saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya setiap amalan sesuai dengan niat, dan balasan bagi seseorang itu sesuai dengan apa yang di niatkannya. Maka barangsiapa hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya maka pahala hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa hijrahnya untuk dunia atau wanita yang akan di nikahinya, maka balasan hijrahnya sesuai dengan tujuan hijrahnya tersebut."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ أَنْبَأَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ قَالَا أَنْبَأَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ أَنَّهُ سَمِعَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ وَهُوَ يَخْطُبُ النَّاسَ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Copy
Lebih Banyak

3 Keutamaan Hadits Tentang Niat

1. Membantu agar Tetap Fokus

Adanya suatu niat yang ditanamkan dalam diri dapat membantu Anda agar lebih fokus kepada yang menjadi tujuan Anda. Terutama pada impian yang dikerjakan secara terus menerus. Terkadang, manusia memiliki sifat jenuh, mudah bosan, dan mudah terdistraksi. Namun, dengan adanya niat yang kuat, Anda bisa tetap fokus atau istiqomah untuk mewujudkan impian yang diinginkan dan tidak mudah goyah.

2. Mendapatkan Sesuai yang Diinginkan

Suatu impian atau cita-cita yang diniatkan dengan baik dan dikarenakan oleh Allah SWT tentu akan terwujud dengan mudah. Hal ini dikarenakan impian yang diinginkan terwujud sesuai dengan niat yang ditanamkan dalam diri. Dengan demikian, hal-hal yang dikerjakan atau biasa disebut dengan amalan mencerminkan niat yang telah ada.

Ada suatu hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwasannya sayyidina Umar radhiyallahu ‘anhu radhiyallahu ‘anhu pernah berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda suatu amal atau pekerjaan yang dikerjakan tergantung dengan niat yang ditanamkan. Oleh karena itu, seseorang akan mendapatkan suatu hal tertentu sesuai dengan niatnya.

Apabila ingin hijrah dikarenakan Allah dan Rasul-Nya, hijrahnya pun sesuai dengan tujuannya. Namun, jika ingin hijrah dikarenakan dunia atau perempuan yang akan dinikahi, maka hijrahnya sesuai dengan niat tersebut.

Adanya niat seperti ini dapat membantu Anda lebih yakin dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan suatu pekerjaan atau amalan terutama hal-hal yang baik dan dikarenakan kepada Allah dan Rasul. Oleh karena itu, Anda akan mendapatkan hasilnya bila Anda telah bersungguh-sungguh mengerjakannya.

3. Mendapatkan Ganjaran

Niat atau biasa disebut sebagai azzam dapat dimaknai sebagai keinginan yang kuat. Apabila Anda memiliki suatu impian di mana dalam impian tersebut Anda balut dengan niat atau azzam yang kuat, tentu Anda akan mendapatkan ganjaran. Ganjaran atau biasa disebut balasan ini tergantung dengan apa yang Anda tanamkan dalam diri.

Apabila keinginan yang kuat tersebut condong dalam hal kebaikan dan dikarenakan kepada Allah beserta Rasul, tentu ganjarannya berupa pahala. Sebaliknya, bila keinginan yang kuat tersebut condong dalam keburukan yang justru menjauhkan Anda dari Allah dan Rasul, tentu ganjarannya adalah sia-sia bahkan dosa.

Hal ini dikarenakan ada inner power, kekuatan atau dorongan dalam diri dalam mewujudkan suatu impian yang bermanifestasi menjadi sebuah pekerjaan atau amalan. Niat yang menjadi modal paling utama bersifat fundamental yang sudah dinilai oleh Allah pertama kali. Oleh karena itu, niat dapat menyebabkan timbangan amal kebaikan seseorang bertambah dan derajatnya naik di akhirat ataupun tidak.

kesimpulan

Itulah keutaman dari menerapkan niat yang kuat untuk mewujudkan impian. Namun, Anda harus ingat bahwasanya impian yang berlandaskan kebaikan serta diharapkan hanya kepada Allah beserta Rasul-Nya tentu yang membawa keberkahan. Baik keberkahan di dunia maupun keberkahan di akhirat. Oleh karena itu, selalu perbarui niat agar hal yang Anda impikan diijabah oleh Allah dan mendatangkan kemaslahatan umat.

Admin mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan pada artikel Hadits Tentang Niat dan Keutamaannya Menurut Islam.

Jika terdapat kesalahan dimohon untuk kontak admin lewat email berikut ini: sativawahyu4@gmail.com.

Terima kasih kawan-kawan telah mengunjungi website kami.

Leave a Comment