Hadits Tentang Keutamaan Menutup Aurat dalam Kehidupan Sehari-hari

Aurat adalah bagian badan yang tidak boleh diperlihatkan kepada orang lain. Baik itu aurat laki-laki maupun perempuan. Menutup aurat adalah kewajiban utama. Oleh karena itu, dilarang laki-laki memerlikatkan dan melihat aurat laki-laki lainnya. Begitu juga dilarang perempuan memerlihatkan dan melihat aurat perempuan lainnya. Apalagi laki-laki ke perempuan lainnya. Sesuai dengan hadits tentang menutup aurat terdapat keutamaan seperti berikut.

Kumpulan Hadits Tentang Menutup Aurat

Terdapat 368 hadits berdasarkan pencarian Hadits Tentang Menutup Aurat.

HR. Shahih Al-Bukhari No. 354 – Sesuatu yang digunakan untuk menutup aurat

Bab: Sesuatu yang digunakan untuk menutup aurat

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id berkata, telah menceritakan kepada kami Laits dari Ibnu Syihab dari 'Ubaidullah bin 'Abdullah bin 'Utbah dari Abu Sa'id Al Khudri bahwa ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang seseorang mengenakan pakaian shama` (berselimut sehingga seluruh bagian badannya tertutup) dan melarang seseorang duduk ihtiba` dengan selembar kain hingga tidak ada yang menutupi bagian kemaluannya."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّهُ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ اشْتِمَالِ الصَّمَّاءِ وَأَنْ يَحْتَبِيَ الرَّجُلُ فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ لَيْسَ عَلَى فَرْجِهِ مِنْهُ شَيْءٌ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Al-Bukhari No. 355 – Sesuatu yang digunakan untuk menutup aurat

Bab: Sesuatu yang digunakan untuk menutup aurat

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Qabishah bin 'Uqbah berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang dua macam jual beli; jual beli Al Limas dan An Nibadz. Dan melarang dari dua cara berpakaian; berpakaian shama` dan seorang laki-laki duduk ihtiba dengan mengenakan satu kain."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ بْنُ عُقْبَةَ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعَتَيْنِ عَنْ اللِّمَاسِ وَالنِّبَاذِ وَأَنْ يَشْتَمِلَ الصَّمَّاءَ وَأَنْ يَحْتَبِيَ الرَّجُلُ فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Al-Bukhari No. 356 – Sesuatu yang digunakan untuk menutup aurat

Bab: Sesuatu yang digunakan untuk menutup aurat

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Ishaq berkata, telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim berkata, telah menceritakan kepada kami anak saudara Ibnu Syihab dari Pamannya berkata, telah mengabarkan kepadaku Humaid bin 'Abdurrahman bin 'Auf bahwa Abu Hurairah berkata, "Pada hari Nahr (Idul Adlha) Abu Bakar mengutusku kepada para pemberi pengumuman saat pelaksanaan haji, di Mina kami umumkan bahwa orang Musyrik tidak boleh berhaji setelah tahun ini dan tidak boleh thawaf dengan keadaan telanjang." Humaid bin 'Abdurrahman berkata, "Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membonceng Ali pada tunggangannya dan memerintahkannya untuk mengumumkan surat Al Bara'ah (At-Taubah)." Abu Hurairah berkata, "'Ali lalu mengumumkan bersama kami pada penduduk Mina di hari Nahar, bahwa orang Musyrik tidak boleh berhaji setelah tahun ini dan tidak boleh thawaf dengan keadaan telanjang."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ قَالَ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمِّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ بَعَثَنِي أَبُو بَكْرٍ فِي تِلْكَ الْحَجَّةِ فِي مُؤَذِّنِينَ يَوْمَ النَّحْرِ نُؤَذِّنُ بِمِنًى أَنْ لَا يَحُجَّ بَعْدَ الْعَامِ مُشْرِكٌ وَلَا يَطُوفَ بِالْبَيْتِ عُرْيَانٌ قَالَ حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ثُمَّ أَرْدَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلِيًّا فَأَمَرَهُ أَنْ يُؤَذِّنَ بِبَرَاءَةٌ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فَأَذَّنَ مَعَنَا عَلِيٌّ فِي أَهْل مِنًى يَوْمَ النَّحْرِ لَا يَحُجُّ بَعْدَ الْعَامِ مُشْرِكٌ وَلَا يَطُوفُ بِالْبَيْتِ عُرْيَانٌ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ad-Darimi No. 660 – Menutup diri ketika buang hajat

Bab: Menutup diri ketika buang hajat

Terjemahan

Telah mengabarkan kepada kami Abu 'Ashim telah menceritakan kepada kami Tsaur bin Yazid telah menceritakan kepada kami Hushain Al Himyari telah mengabarkan kepada kami Abu Sa'id Al Khair dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa bercelak hendaklah mengganjilkannya, siapa yang mengerjakan hal itu, hal itu adalah lebih baik, dan barangsiapa tidak mengerjakan tidak apa-apa. Barangsiapa yang ber-istijmar (bersuci dengan batu) hendaklah dia mengganjilkannya, barangsiapa yang mengerjakan hal itu, hal itu baik dan siapa yang tidak mengerjakannya, tidak apa-apa. Barangsiapa yang makan hendaklah ia membersihkannya dari sela-sela giginya, kemudian sisa makanan itu ia keluarkan dari mulut, dan barangsiapa yang mengambilnya dengan lidahnya, hendaknya ia menelannya. Barangsiapa yang pergi ke tempat buang hajat hendaknya ia menutup auratnya, barangsiapa yang tidak mendapatkan penutupnya kecuali gundukan pasir, hendaknya ia menghadap ke belakang, karena setan bermain-main di tempat duduk manusia, barangsiapa yang mengerjakan hal ini, hal itu baik, tetapi barangsiapa yang tidak mengerjakannya, tidak apa-apa".

Copy
Lebih Banyak

Nas

أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا ثَوْرُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا حُصَيْنٌ الْحِمْيَرِيُّ أَخْبَرَنَا أَبُو سَعِيدٍ الْخَيْرُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اكْتَحَلَ فَلْيُوتِرْ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ أَحْسَنَ وَمَنْ لَا فَلَا حَرَجَ مَنْ اسْتَجْمَرَ فَلْيُوتِرْ مَنْ فَعَلَ فَقَدْ أَحْسَنَ وَمَنْ لَا فَلَا حَرَجَ مَنْ أَكَلَ فَلْيَتَخَلَّلْ فَمَا تَخَلَّلَ فَلْيَلْفِظْ وَمَا لَاكَ بِلِسَانِهِ فَلْيَبْتَلِعْ مَنْ أَتَى الْغَائِطَ فَلْيَسْتَتِرْ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ إِلَّا كَثِيبَ رَمْلٍ فَلْيَسْتَدْبِرْهُ فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ يَتَلَاعَبُونَ بِمَقَاعِدِ بَنِي آدَمَ مَنْ فَعَلَ فَقَدْ أَحْسَنَ وَمَنْ لَا فَلَا حَرَجَ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Muslim No. 512 – Haramnya melihat aurat

Bab: Haramnya melihat aurat

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Zaid bin al-Hubab dari adh-Dhahhak bin Utsman dia berkata, telah mengabarkan kepadaku Zaid bin Aslam dari Abdurrahman bin Abi Sa'id al-Khudri dari bapaknya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tidaklah (boleh) seorang laki-laki melihat aurat laki-laki, dan perempuan melihat aurat perempuan, dan tidaklah (boleh) seorang laki-laki bersatu dengan laki-laki lain dalam satu baju. Dan tidaklah (boleh) seorang wanita bersatu dengan wanita lain dalam satu baju." Dan telah menceritakannya kepadaku tentangnya Harun bin Abdullah dan Muhammad bin Rafi' keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Fudhaik telah mengabarkan kepada kami adh-Dhahhak bin Utsman dengan isnad ini dan keduanya berkata dengan menggantikan kata "aurat" dengan "telanjang" seorang laki-laki dan perempuan.

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ عَنْ الضَّحَّاكِ بْنِ عُثْمَانَ قَالَ أَخْبَرَنِي زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلَا الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ وَلَا يُفْضِي الرَّجُلُ إِلَى الرَّجُلِ فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ وَلَا تُفْضِي الْمَرْأَةُ إِلَى الْمَرْأَةِ فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ و حَدَّثَنِيهِ هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَمُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ أَخْبَرَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ عُثْمَانَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَا مَكَانَ عَوْرَةِ عُرْيَةِ الرَّجُلِ وَعُرْيَةِ الْمَرْأَةِ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ibnu Majah No. 653 – Larangan melihat aurat saudaranya

Bab: Larangan melihat aurat saudaranya

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Zaid bin Al Hubab dari Adl Dlahak bin Utsman berkata, telah menceritakan kepada kami Zaid bin Aslam dari Abdurrahman bin Abu Sa'id Al Khudri dari Bapaknya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah seorang wanita melihat aurat wanita lain, dan janganlah seorang lelaki melihat aurat lelaki lain."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ عَنْ الضَّحَّاكِ بْنِ عُثْمَانَ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَنْظُرْ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ وَلَا يَنْظُرْ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ad-Darimi No. 2536 – Paha adalah aurat

Bab: Paha adalah aurat

Terjemahan

Telah mengabarkan kepada kami Al Hakam bin Al Mubarak telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abu An Nadlr dari Zur'ah bin Abdurrahman dari ayahnya, ia adalah seorang sahabat ahlu suffah, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah duduk di dekat kami sementara pahaku terbuka, beliau bersabda: "Tutuplah, tidakkah engkau tahu bahwa paha itu aurat?"

Copy
Lebih Banyak

Nas

أَخْبَرَنَا الْحَكَمُ بْنُ الْمُبَارَكِ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي النَّضْرِ عَنْ زُرْعَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ الصُّفَّةِ قَالَ جَلَسَ عِنْدَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفَخِذِي مُنْكَشِفَةٌ فَقَالَ خَمِّرْ عَلَيْكَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الْفَخِذَ عَوْرَةٌ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan at-Tirmidzi No. 2693 – Menjaga aurat

Bab: Menjaga aurat

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Bahz bin Hakim telah menceritakan kepada kami Ayahku dari kakekku ia berkata; Aku bertanya; "Wahai Rasulullah, aurat mana sajakah yang yang harus kami tutup dan yang kami biarkan (terbuka)? beliau menjawab: "Jagalah auratmu kecuali kepada istrimu atau budak yang kamu miliki, " dia bertanya lagi; "Jika sesama lelaki?" beliau menjawab: "Jika kamu mampu supaya tidak terlihat oleh seorangpun, maka lakukanlah." Aku bertanya; "Jika seseorang sendirian?" beliau menjawab: "Allah lebih patut dimalui." Abu Isa berkata; Hadits ini hasan, kakeknya Bahz namanya Mu'awiyah bin Haidah Al Qusyairi, dan Jurairi meriwayatkan dari Hakim bin Mu'awiyah, dia adalah ayahnya Bahz.

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا بَهْزُ بْنُ حَكِيمٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَوْرَاتُنَا مَا نَأْتِي مِنْهَا وَمَا نَذَرُ قَالَ احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلَّا مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ فَقَالَ الرَّجُلُ يَكُونُ مَعَ الرَّجُلِ قَالَ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ لَا يَرَاهَا أَحَدٌ فَافْعَلْ قُلْتُ وَالرَّجُلُ يَكُونُ خَالِيًا قَالَ فَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ يُسْتَحْيَا مِنْهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ وَجَدُّ بَهْزٍ اسْمُهُ مُعَاوِيَةُ بْنُ حَيْدَةَ الْقُشَيْرِيُّ وَقَدْ رَوَى الْجُرَيْرِيُّ عَنْ حَكِيمِ بْنِ مُعَاوِيَةَ وَهُوَ وَالِدُ بَهْزٍ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan at-Tirmidzi No. 2718 – Menjaga aurat

Bab: Menjaga aurat

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani' telah menceritakan kepada kami Mu'adz dan Yazid bin Harun keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Bahz bin Hakim dari Ayahnya dari kakeknya ia berkata; Aku berkata; "Wahai Nabiyullah, manakah aurat kami yang harus kami tutupi dan yang kami biarkan terbuka?" Beliau menjawab: "Jagalah auratmu kecuali dari istrimu atau budakmu." Aku bertanya: "Wahai Rasulullah, bila dengan sejenis?" Beliau menjawab: "Bila kau mampu agar tidak ada seorang pun yang melihatnya, maka jangan sampai ia melihatnya." Aku berkata; "Wahai nabiyullah, bila salah seorang dari kami sendirian?" Beliau menjawab: "Hendaknya ia lebih layak untuk malu kepada Allah daripada kepada manusia." Abu Isa berkata; Hadits ini hasan.

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ مُعَاذٍ وَيَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَا حَدَّثَنَا بَهْزُ بْنُ حَكِيمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ عَوْرَاتُنَا مَا نَأْتِي مِنْهَا وَمَا نَذَرُ قَالَ احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلَّا مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِذَا كَانَ الْقَوْمُ بَعْضُهُمْ فِي بَعْضٍ قَالَ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ لَا يَرَاهَا أَحَدٌ فَلَا يَرَاهَا قَالَ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِذَا كَانَ أَحَدُنَا خَالِيًا قَالَ فَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ يُسْتَحْيَا مِنْهُ مِنْ النَّاسِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan at-Tirmidzi No. 2719 – Paha aurat

Bab: Paha aurat

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu An Nadlrah bekas budak Umar bin 'Ubaidullah, dari Zur'ah bin Muslim bin Jarhad Al Aslami dari kakeknya yaitu Jarhad ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melintasi Jarhad di masjid, sedangkan pahanya tersingkap, maka beliau bersabda: "Sesungguhnya paha itu aurat." Abu Isa berkata; Hadits ini hasan, menurutku sanadnya tidak bersambung.

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي النَّضْرِ مَوْلَى عُمَرَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ زُرْعَةَ بْنِ مُسْلِمِ بْنِ جَرْهَدٍ الْأَسْلَمِيِّ عَنْ جَدِّهِ جَرْهَدٍ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِجَرْهَدٍ فِي الْمَسْجِدِ وَقَدْ انْكَشَفَ فَخِذُهُ فَقَال إِنَّ الْفَخِذَ عَوْرَةٌ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ مَا أَرَى إِسْنَادَهُ بِمُتَّصِلٍ

Copy
Lebih Banyak

Keutamaan Menutup Aurat Menurut Hadits

Berikut ini ada beberapa hadits yang membahas tentang keutamaan menutup aurat baik bagi laki-laki maupun perempuan:

1. Tanda sebagai Orang Beriman

Orang yang menutup auratnya baik itu laki-laki maupun perempuan diberi citra sebagai orang yang beriman oleh Allah SWT. Allah saja sudah menetapkan citra seperti itu, apalagi dihadapan sesama manusia. Oleh karenanya, orang yang menutup aurat dipandang lebih terhormat dan berwibawa.

Apabila seorang sudah terhormat dengan menutup auratnya dengan baik, orang tersebut bisa terhindar dari hal-hal yang merugikan. Hal ini dikarenakan, suatu kejadian yang merugikan berawal dari pandangan mata dari orang lain.

Sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnul Qayyim bahwasanya “Pandangan mata itu merupakan anak panah yang beracun yang terelpas dari busur iblis, barang siapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan memberikan ganti dengan manisnya iman didalam hati.”

2. Amal Mudah Diterima 

Menutup aurat baik itu laki-laki maupun perempuan mendatangkan kemudahaan amal untuk diterima. Terutama dalam hal beribadah. Bahkan seorang perempuan yang berhalangan saja sudah diterima amalnya bila menutupi auratnya.

Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda “Tidak diterima shalat seorang perempuan yang sudah haidh (maksudnya sudah baligh) kecuali dengan memakai khimar (kerudung yang menutup kepala).”

Oleh karena itu, pentingnya menutup aurat dapat mendatangkan amal yang mudah diterima sekalipun dalam keadaan udzur syar’i. Menutup aurat saja sudah mendatangkan keuntungan bagi laki-laki dan perempuang. Apalagi harus beramal dan melakukan pekerjaan yang diridhoi Allah SWT. Pahala berkali lipat dan amal yang diterima justru membawa keberuntungan.

3. Jauh dari Siksa Api Neraka

Orang yang menutup auratnya baik itu laki-laki maupun perempuan akan terhindar dan jauh dari siksa api neraka. Dikarenakan menutup aurat adalah kewajiban dan perintah dari Allah SWT, bila dilarang tentu neraka adalah ganjarannya.

Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku tidak pernah melihat keduanya sebelumnya. Pertama adalah wanita-wanita yang berpakaian tipis, telanjang, berlenggak-lenggok, dan kepalanya digelung seperti punuk onta. Mereka tidak akan masuk surga dan mencium baunya. Kedua adalah laki-laki yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia.“

Di dalam neraka terdapat siksaan yang bermacam-macam. Bagi orang yang tidak menutup aurat dengan baik, terutama perempuan, akan mendapatkan siksaan berupa rambut digantung. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwasanya Nabi SAW bersabda ”Wahai anakku Fatimah, perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka saat di dunia tidak mau menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya.”

4. Mendapatkan Rahmat Allah

Keutamaan lainnya adalah mendapatkan rahmat Allah SWT. Baik itu laki-laki maupun perempuan yang teguh menjaga auratnya dari pandangan orang lain akan mendapatkan belas kasihan dan karunia Allah SWT. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Al-‘Uqayli, Dar Qutni dari Abu Hurairah, Musannaf Abd Razak bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT sentiasa merahmati para wanita yang memakai seluar panjang (di sebelah dalamnya).”

Jadi, menjaga aurat dapat memberikan beberapa keutamaan baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, tetap berpegang tegulah pada perintah-Nya karena Allah SWT telah menyanyangi setiap hamba-Nya dengan berbagai macam perintah dan larangan salah satunya melalui hadits tentang menutup aurat tersebut.

Admin mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan pada artikel Hadits Tentang Keutamaan Menutup Aurat dalam Kehidupan Sehari-hari.

Jika terdapat kesalahan dimohon untuk kontak admin lewat email berikut ini: sativawahyu4@gmail.com.

Terima kasih kawan-kawan telah mengunjungi website kami.

Leave a Comment