Seputar Hadist tentang Khitan yang Jarang Diketahui

Hadits tentang khitan- Umat muslim dianjurkan untuk mengikuti sunnah rasul yang perlu dilaksanakan sesuai ketentuan dalam islam. Di antara sunnah-sunnah yang lainya, khitan termasuk sunnah yang seringkali diperbincangkan. Istilah khitan, adalah memotong kulfah (kulit penutup depan) dari penis dan bawah perempuan. Namun, khitan sendiri pada laki-laki menyunat kulup dari batang zakat (penis) sedangkan khitan perempuan adalah menyunat bagian clitoral hood yang merupakan lipatan kulit dan melindungi klitoris itu sendiri.

Khitan juga memiliki dampak baik bagi kesehatan, karena dengan khitan kulit penis akan lebih bersih dan enak untuk dilihat sehingga khitan perlu dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada kemaluan.

Kumpulan Hadits Tentang Khitan

Terdapat 33 hadits berdasarkan pencarian Hadits Tentang Khitan.

HR. Shahih Al-Bukhari No. 5824 – Khitan setelah dewasa dan mencabut bulu ketiak

Bab: Khitan setelah dewasa dan mencabut bulu ketiak

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib bin Abu Hamzah telah menceritakan kepada kami Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "(Nabi) Ibrahim berkhitan setelah berusia delapan puluh tahun dan beliau khitan dengan menggunakan kampak." Abu Abdullah berkata; telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Al Mughirah dari Abu Az Zinad. Dan perkataanya di Qaddum dengan menggunakan tasydid (dalnya), maksudnya suatu tempat (di Halb atau Aleppo)."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اخْتَتَنَ إِبْرَاهِيمُ بَعْدَ ثَمَانِينَ سَنَةً وَاخْتَتَنَ بِالْقَدُومِ مُخَفَّفَةً قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا الْمُغِيرَةُ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ وَقَالَ بِالْقَدُّومِ وَهُوَ مَوْضِعٌ مُشَدَّدٌ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ibnu Majah No. 603 – Wajibnya mandi junub jika dua khitan telah bertemu

Bab: Wajibnya mandi junub jika dua khitan telah bertemu

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Hajjaj dari 'Amru bin Syu'aib dari Bapaknya dari Kakeknya ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika dua khitan bertemu dan kepala dzakar (penis) laki-laki tersembunyi dalam kemaluan wanita, wajib mandi."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ حَجَّاجٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا الْتَقَى الْخِتَانَانِ وَتَوَارَتْ الْحَشَفَةُ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ibnu Majah No. 600 – Wajibnya mandi junub jika dua khitan telah bertemu

Bab: Wajibnya mandi junub jika dua khitan telah bertemu

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad Ath Thanafusi dan Abdurrahman bin Ibrahim Ad Dimasyqi keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim berkata, telah menceritakan kepada kami Al Auza'i berkata, telah memberitakan kepada kami Abdurrahman Ibnul Qasim berkata, telah mengabarkan kepada kami Al Qasim bin Muhammad dari Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia menuturkan; "Jika dua khitan telah bertemu maka telah wajib mandi. Aku dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melakukannya hingga kami pun mandi."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ الطَّنَافِسِيُّ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ أَنْبَأَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْقَاسِمِ أَخْبَرَنَا الْقَاسِمُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ إِذَا الْتَقَى الْخِتَانَانِ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ فَعَلْتُهُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاغْتَسَلْنَا

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Al-Bukhari No. 5823 – Khitan setelah dewasa dan mencabut bulu ketiak

Bab: Khitan setelah dewasa dan mencabut bulu ketiak

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Qaza'ah telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'd dari Ibnu Syihab dari Sa'id bin Musayyab dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "(Sunah) fitrah itu ada lima, yaitu; khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, mencukur kumis dan memotong kuku."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ قَزَعَةَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَنَتْفُ الْإِبْطِ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Al-Bukhari No. 5825 – Khitan setelah dewasa dan mencabut bulu ketiak

Bab: Khitan setelah dewasa dan mencabut bulu ketiak

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdurrahim telah mengabarkan kepada kami 'Abbad bin Musa telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ja'far dari Isra`il dari Abu Ishaq dari Sa'id bin Jubair dia berkata; Ibnu Abbas ditanya; "Seperti apakah kamu ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam wafat?" Dia menjawab; 'Waktu itu saya telah dikhitan.' Dia juga berkata; 'Dan orang-orang tidak dikhitan kecuali setelah mereka dewasa (baligh).' Dan berkata Ibnu Idris dari ayahnya dari Abu Ishaq dari sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam wafat saya telah dihitan.

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ أَخْبَرَنَا عَبَّادُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ سُئِلَ ابْنُ عَبَّاسٍ مِثْلُ مَنْ أَنْتَ حِينَ قُبِضَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَنَا يَوْمَئِذٍ مَخْتُونٌ قَالَ وَكَانُوا لَا يَخْتِنُونَ الرَّجُلَ حَتَّى يُدْرِكَ وَقَالَ ابْنُ إِدْرِيسَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قُبِضَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا خَتِينٌ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Abu Dawud No. 4587 – Penjelasan tentang khitan

Bab: Penjelasan tentang khitan

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin 'Abdurrahman Ad Dimasyqi dan Abdul Wahhab bin Abdur Rahim Al Asyja'i keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Marwan berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Hassan -Abdul Wahhab Al Kufi berkata- dari Abdul Malik bin Umair dari ummu Athiyah Al Anshariyah berkata, "Sesungguhnya ada seorang permpuan di Madinah yang berkhitan, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya: "Janganlah engkau habiskan semua, sebab hal itu akan mempercantik wanita dan disukai oleh suami." Abu Dawud berkata, "Diriwayatkan pula dari Ubaidullah bin Amru, dari Abdul Malik dengan sanad dan makna yang sama." Abu Dawud berkata, "Tetapi hadits ini tidak kuat, sebab ia diriwayatkan secara mursal." Abu Dawud berkata, "Muhammad bin Hassan adalah seorang yang majhul, sehingga hadits ini derajatnya lemah."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدِّمَشْقِيُّ وَعَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ الْأَشْجَعِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا مَرْوَانُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَسَّانَ قَالَ عَبْدُ الْوَهَّابِ الْكُوفِيُّ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ الْأَنْصَارِيَّةِ أَنَّ امْرَأَةً كَانَتْ تَخْتِنُ بِالْمَدِينَةِ فَقَالَ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُنْهِكِي فَإِنَّ ذَلِكَ أَحْظَى لِلْمَرْأَةِ وَأَحَبُّ إِلَى الْبَعْلِ قَالَ أَبُو دَاوُد رُوِيَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بِمَعْنَاهُ وَإِسْنَادِهِ قَالَ أَبُو دَاوُد لَيْسَ هُوَ بِالْقَوِيِّ وَقَدْ رُوِيَ مُرْسَلًا قَالَ أَبُو دَاوُد وَمُحَمَّدُ بْنُ حَسَّانَ مَجْهُولٌ وَهَذَا الْحَدِيثُ ضَعِيفٌ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ahmad al-Khurasany No. 9 – Kebiasaan Fithrah dan Khitan

Bab: Kebiasaan Fithrah dan Khitan

Terjemahan

Telah mengabarkan kepada kami Al Harits bin Miskin telah dibacakan kepadanya dan saya mendengarnya dari Ibnu Wahab dari Yunus dari Ibnu Syihab dari Sa'id bin Musayyab dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Lima perkara yang termasuk fitrah, berkhitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak."

Copy
Lebih Banyak

Nas

أَخْبَرَنَا الْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ عَنْ ابْنِ وَهْبٍ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الِاخْتِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْإِبْطِ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ibnu Majah No. 602 – Wajibnya mandi junub jika dua khitan telah bertemu

Bab: Wajibnya mandi junub jika dua khitan telah bertemu

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Al Fadhl bin Dukain dari Hisyam Ad Dustuwa`i dari Qotadah dari Al Hasan dari Abu Rafi' dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Jika seorang laki-laki duduk di atas empat cabangnya yang empat lalu bersungguh-sungguh, maka ia wajib mandi."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ دُكَيْنٍ عَنْ هِشَامٍ الدَّسْتُوَائِيِّ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا جَلَسَ الرَّجُلُ بَيْنَ شُعَبِهَا الْأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ibnu Majah No. 601 – Wajibnya mandi junub jika dua khitan telah bertemu

Bab: Wajibnya mandi junub jika dua khitan telah bertemu

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar berkata, telah menceritakan kepada kami Utsman bin Umar berkata, telah memberitakan kepada kami Yunus dari Az Zuhri ia berkata; Sahal bin Sa'd As Sa'idi berkata, telah memberitakan kepada kami Ubai bin Ka'ab ia berkata; "Hal itu adalah keringanan di awal-awal Islam, setelah itu kami diperintahkan untuk mencuci."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ أَنْبَأَنَا يُونُسُ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ قَالَ سَهْلُ بْنُ سَعْدٍ السَّاعِدِيُّ أَنْبَأَنَا أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ قَالَ إِنَّمَا كَانَتْ رُخْصَةً فِي أَوَّلِ الْإِسْلَامِ ثُمَّ أُمِرْنَا بِالْغُسْلِ بَعْدُ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan at-Tirmidzi No. 102 – Jika dua kemaluan bertemu wajib mandi

Bab: Jika dua kemaluan bertemu wajib mandi

Terjemahan

telah menceritakan kepada kami Hannad berkata; telah menceritakan kepada kami Waki' dari Sufyan dari Ali bin Zaid dari Sa'id bin Al Musayyib dari 'Aisyah ia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika khitan melampaui khitan, maka telah wajib mandi." Abu Isa berkata; "Hadits 'Aisyah ini derajatnya hasan shahih." Ia berkata; "Hadits ini telah diriwayatkan dari 'Aisyah dengan banyak jalur, yaitu hadits, "Jika khitan melampaui khitan, maka telah wajib mandi." Ini adalah pendapat kebanyakan ulama dari kalangan sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan 'Aisyah. Juga dari kalangan fuqaha tabi'in dan orang-orang setelah mereka seperti Sufyan Ats Tsauri, Syafi'i, Ahmad dan Ishaq. Mereka berkata; "Jika khitan bertemu dengan khitan maka telah wajib mandi."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا جَاوَزَ الْخِتَانُ الْخِتَانَ وَجَبَ الْغُسْلُ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَائِشَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ قَالَ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ إِذَا جَاوَزَ الْخِتَانُ الْخِتَانَ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ وَهُوَ قَوْلُ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهُمْ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَعَائِشَةُ وَالْفُقَهَاءِ مِنْ التَّابِعِينَ وَمَنْ بَعْدَهُمْ مِثْلِ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَقَ قَالُوا إِذَا الْتَقَى الْخِتَانَانِ وَجَبَ الْغُسْلُ

Copy
Lebih Banyak

Kenapa Hadist tentang Khitan Penting Untuk Dipahami?

Hadits tentang khitan sendiri, berlaku pada laki-laki dan perempuan. Namun, masih ada simpang siur pendapat di antara para ulama bahwa terdapat hukum berkhitan bagi laki-laki dan perempuan. Dikutip dari buku Fikih Ibadah yang diriwayatkan oleh Imam Yahya, banyak yang mengatakan hukum khitan wajib bagi laki-laki dan perempuan.

Dari berbagai riwayat di atas bisa disimpulkan bahwa, khitan merupakan hal yang penting untuk dianjurkan dalam agama islam. Sementara itu, tidak ada hadits shahih yang khusus menceritakan khitan untuk perempuan saat ini.

Berikut beberapa hadits yang diriwayatkan tentang khitang ini jarang diketahui, apa saja?

1. Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim

Khitan merupakan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, namun dari setiap hadist memiliki perbedaan masing-masing. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda :

“(Sunnah) fitrah yaitu ada lima, mencukur rambut kemaluan, berkhitan, memotong kuku, mencukur kumis dan mencabut bulu ketiak”

2. Hadits yang diriwayatkan oleh Al Hakim dan Baihaqi

Khitan juga memiliki manfaat lainnya yang perlu kamu ketahui, mulai agar kemaluan lebih higienis dan bersih serta mengurangi infeksi pada kemaluan. Hadits yang diriwayatkan oleh Al Hakim dan Baihaqi tentang khitan adalah:

“Sesungguhnya, Nabi Muhammad SAW mengkhitankan Hasan dan Husein di hari ke tujuh setelah kelahirannya”

3. Hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Baihaqi

Selain mengurangi infeksi, berkhitan dapat mencegah kanker penis dan membuat kemaluan lebih baik daripada tidak disunat. Karena khitan juga anjuran nabi, maka setiap laki-laki perlu berkhitan agar kemaluannya bersih dari infeksi. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Baihaqi sebagai berikut:

“Khitan merupakan sunnah bagi laki-laki dan perbuatan yang mulia bagi setiap wanita”

4. Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Bazzar, Thabrani, Hakim dan Baihaqi

Kenapa khitan itu penting? Karena khitan sendiri merupakan syariat yang menghindari adanya najis pada badan saat shalat, karena sholat akan tidak sah jika ada najis yang melekat pada tubuh termasuk belum dikhitan.

Dengan khitan, najis kencing yang ada pada kulfa (kulub) kemaluan lebih mudah dihilangkan bersama dengan membasuh kemaluan setelah membuang air kecil. Rasulullah SAW bersabda sebagaimana para tukang khitan wanita di Madinah:

“Pendekkanlah sedikit dan jangan berlebihan, sebab hal itu akan menceriahkan wajah dan disukai para suami”

Penting sekali kan hadits tentang khitan ini? Adanya khitan, akan memudahkan setiap orang terhindar dari najis dan dapat menghindari infeksi berlebih pada kemaluan. Seperti anjuran nabi, khitan dapat mencegah masalah terkait dengan penis. Karena kulit penis yang tidak dikhitan akan lengket dan sulit dipisah, hal ini akan mengakibatkan radang pada kepala penis dan menimbulkan masalah baru pada kemaluan.

Admin mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan pada artikel Seputar Hadist tentang Khitan yang Jarang Diketahui.

Jika terdapat kesalahan dimohon untuk kontak admin lewat email berikut ini: sativawahyu4@gmail.com.

Terima kasih kawan-kawan telah mengunjungi website kami.

Leave a Comment