Hadits tentang Ikhlas dan Keutamaannya dalam Agama Islam

Ikhlas tidak dapat Anda ukur karena berada di dalam hati setiap manusia. Jadi, hanya dia dan Allah SWT yang mengetahuinya. Melakukan setiap hal baik secara ikhlas akan memberikan Anda beberapa manfaat yang tertulis dalam beberapa hadits tentang ikhlas.

Sikap ikhlas juga sebagai dasar penilaian Allah SWT pada setiap amalan hamba-Nya. Oleh sebab itu, penting untuk Anda menjalankan semua urusan dunia dan akhirat dengan niat ikhlas karena Allah SWT. Agar mendapatkan pahala dan meraih surga. Mari simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Kumpulan Hadits Tentang Ikhlas

Terdapat 77 hadits berdasarkan pencarian Hadits Tentang Ikhlas.

HR. Sunan Ahmad al-Khurasany No. 1681 – Perselisihan lafadz pengutip berita Ubbay bin Ka’b tentang witir

Bab: Perselisihan lafadz pengutip berita Ubbay bin Ka'b tentang witir

Terjemahan

Telah mengabarkan kepada kami 'Ali bin Maimun dia berkata; telah menceritakan kepada kami Makhlad bin Yazid dari Sufyan dari Zubaid dari Sa'id bin 'Abdurrahman bin Abza dari Bapaknya dari Ubay bin Ka'ab bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat witir tiga rakaat, pada rakaat pertama beliau membaca: ": Sabbihisma rabbikal a'laa (surah Al A'la)." Pada rakaat kedua membaca: "Qul ya ayyuhal kafirun (surah Al Kaafiruun), " dan pada rakaat ketiga beliau membaca "Qul huwallahu ahad (surah Al Ikhlas)." Lalu beliau qunut sebelum ruku'. Setelah selesai beliau membaca "Subbhanal Malikil Quddus" tiga kali. Beliau memanjangkan pada yang terakhir kalinya.

Copy
Lebih Banyak

Nas

أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ قَالَ حَدَّثَنَا مَخْلَدُ بْنُ يَزِيدَ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ زُبَيْدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُوتِرُ بِثَلَاثِ رَكَعَاتٍ كَانَ يَقْرَأُ فِي الْأُولَى بِسَبِّحْ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَفِي الثَّانِيَةِ بِقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَفِي الثَّالِثَةِ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَيَقْنُتُ قَبْلَ الرُّكُوعِ فَإِذَا فَرَغَ قَالَ عِنْدَ فَرَاغِهِ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ يُطِيلُ فِي آخِرِهِنَّ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ahmad al-Khurasany No. 1713 – Perselisihan Syu’bah

Bab: Perselisihan Syu'bah

Terjemahan

Telah mengabarkan kepada kami 'Amr bin Yazid dia berkata; telah menceritakan kepada kami Bahz bin Asad dia berkata; telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Salamah dan Zubaid dari Dzarr dari Ibnu 'Abdurrahman bin Abza dari bapaknya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat witir dengan membaca surah Al A'laa, surah Al Kaafiruun, dan surah Al Ikhlas. Jika beliau telah mengucapkan salam, maka beliau membaca doa, "Subhaanal malikil qudduus" tiga kali, dan mengeraskan suaranya pada yang ketiga kalinya.

Copy
Lebih Banyak

Nas

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ يَزِيدَ قَالَ حَدَّثَنَا بَهْزُ بْنُ أَسَدٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَلَمَةَ وَزُبَيْدٍ عَنْ ذَرٍّ عَنْ ابْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُوتِرُ بِسَبِّحْ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَكَانَ يَقُولُ إِذَا سَلَّمَ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ثَلَاثًا وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ بِالثَّالِثَةِ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ahmad al-Khurasany No. 1716 – Perselisihan Syu’bah

Bab: Perselisihan Syu'bah

Terjemahan

Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Sulaiman dia berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Ubaid dia berkata; telah menceritakan kepada kami 'Abdul Malik bin Abu Sulaiman dari Zubaid dari Sa'id bin 'Abdurrahman bin Abza dari bapaknya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat witir dengan membaca surah Al A'laa, surah Al Kaafiruun, dan surah Al Ikhlas. Muhammad bin Juhadah telah meriwatkannya dari Zubaid, dan dia tidak menyebutkan Dzar.

Copy
Lebih Banyak

Nas

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ زُبَيْدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ بِسَبِّحْ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَرَوَاهُ مُحَمَّدُ بْنُ جُحَادَةَ عَنْ زُبَيْدٍ وَلَمْ يَذْكُرْ ذَرًّا

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ahmad al-Khurasany No. 1717 – Perselisihan Syu’bah

Bab: Perselisihan Syu'bah

Terjemahan

Telah mengabarkan kepada kami 'Imran bin Musa dia berkata; telah menceritakan kepada kami 'Abdul Warits dia berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Juhadah dari Zubaid dari Ibnu Abza dari bapaknya, dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat witir dengan membaca surah AI A'laa, surah Al Kaafiruun, dan surah Al Ikhlas. Setelah selesai beliau membaca, 'Subhanaal malikil quddus' tiga kali."

Copy
Lebih Banyak

Nas

أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جُحَادَةَ عَنْ زُبَيْدٍ عَنْ ابْنِ أَبْزَى عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ بِسَبِّحْ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ فَإِذَا فَرَغَ مِنْ الصَّلَاةِ قَالَ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ahmad al-Khurasany No. 1721 – Perselisihan Syu’bah dari Qatadah dalam hadis ini

Bab: Perselisihan Syu'bah dari Qatadah dalam hadis ini

Terjemahan

Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Manshur dia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Dawud dia berkata; telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Qatadah dari Zurarah dari 'Abdurrahman bin Abza, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau shalat witir dengan membaca surah AI A'laa, surah Al Kaafiruun dan surah Al Ikhlas. Setelah selesai beliau membaca, "Subhanal malikil yudduus" tiga kali, dan beliau memanjangkannya pada yang ketiga.

Copy
Lebih Banyak

Nas

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ زُرَارَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُوتِرُ بِسَبِّحْ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ فَإِذَا فَرَغَ قَالَ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ثَلَاثًا وَيَمُدُّ فِي الثَّالِثَةِ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ahmad al-Khurasany No. 1731 – Tasbih setelah selesai witr perselisihan Sofyan

Bab: Tasbih setelah selesai witr perselisihan Sofyan

Terjemahan

Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Yahya dia berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Ubaid dari Sufyan Ats Tsauri dan 'Abdul Malik bin Abu Sulaiman dari Zubaid dari Sa'id bin 'Abdurrahman bin Abza dari bapaknya dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat witir dengan membaca surah Al A'laa, surah Al Kaafiruun, dan surah Al Ikhlas. Setelah selesai salam beliau membaca: `Subhanal Malikil qudduus" tiga kali dengan mengeraskan suaranya." Abu Nu'aim menyelisihi kedua Hadist di atas, dia meriwayatkan dari Sufyan dari Zubaid dari Dzar dari Sa'id

Copy
Lebih Banyak

Nas

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَعَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ زُبَيْدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ بِسَبِّحْ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَيَقُولُ بَعْدَ مَا يُسَلِّمُ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ يَرْفَعُ بِهَا صَوْتَهُ خَالَفَهُمَا أَبُو نُعَيْمٍ فَرَوَاهُ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ زُبَيْدٍ عَنْ ذَرٍّ عَنْ سَعِيدٍ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ad-Darimi No. 229 – Meneladani para ‘ulama

Bab: Meneladani para 'ulama

Terjemahan

Telah mengabarkan kepada kami Sulaiman bin Daud Az Zahrani telah mengabarkan kepada kami Isma'il Ibnu Ja'far, telah menceritakan kepada kami 'Amr bin Abu 'Amr dari Abdur Rahman bin Al Huwairits dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im dari ayahnya Bahwasanya ia menghadiri hutbah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada hari Arafah ketika haji wada', beliau bersabda: "Wahai sekalian manusia, demi Allah, aku tidak tahu mungkin aku tidak akan bertemu kalian lagi setelah hari ini, dan di tempat ini, Allah akan merahmati orang yang mendengarkan perkataanku serta mau menjaganya, mungkin saja ada seorang yang membawa ilmu fikih tetapi ia tidak punya pemahaman, dan mungkin saja ada orang yang menyampaikan ilmu fikih kepada orang yang lebih memahaminya. Ketauhilah bahwa harta-harta, dan darah-darah kalian terjaga kehormatannya atas kalian, sebagaimana kehormatan hari, bulan dan tanah ini. Dan ketahuilah, bahwa hati seorang muslim tidak akan dengki dengan tiga hal: ikhlas dalam beramal hanya untuk Allah, saling memberi nasehat dengan para pemimpin, dan senantiasa berada dalam barisan orang-orang muslim. Karena doa mereka akan menjaga dari belakang kalian".

Copy
Lebih Banyak

Nas

أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الزَّهْرَانِيُّ أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ هُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ أَبِي عَمْرٍو عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ شَهِدَ خُطْبَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَوْمِ عَرَفَةَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي وَاللَّهِ لَا أَدْرِي لَعَلِّي لَا أَلْقَاكُمْ بَعْدَ يَوْمِي هَذَا بِمَكَانِي هَذَا فَرَحِمَ اللَّهُ مَنْ سَمِعَ مَقَالَتِي الْيَوْمَ فَوَعَاهَا فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ وَلَا فِقْهَ لَهُ وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ وَاعْلَمُوا أَنَّ أَمْوَالَكُمْ وَدِمَاءَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ كَحُرْمَةِ هَذَا الْيَوْمِ فِي هَذَا الشَّهْرِ فِي هَذَا الْبَلَدِ وَاعْلَمُوا أَنَّ الْقُلُوبَ لَا تُغِلُّ عَلَى ثَلَاثٍ إِخْلَاصِ الْعَمَلِ لِلَّهِ وَمُنَاصَحَةِ أُولِي الْأَمْرِ وَعَلَى لُزُومِ جَمَاعَةِ الْمُسْلِمِينَ فَإِنَّ دَعْوَتَهُمْ تُحِيطُ مِنْ وَرَائِهِمْ

Copy
Lebih Banyak

Keutamaan Ikhlas Menurut Hadits

Berikut ini ada beberapa hadits yang membahas tentang keutamaan ikhlas

1. Cermin Hati Manusia

Berdasarkan hadits dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat hati dan amal kalian”

Allah SWT membedakan tingkatan derajat manusia menurut hatinya. Semua hal yang berkaitan dengan fisik adalah masalah duniawi. Pada kehidupan akhirat nanti yang bisa menjadi bekal, yaitu amal kebajikan.

2. Membuat Amalan Bernilai Besar

Di dalam hadits riwayat Imam Muslim:

“Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar karena niat (ikhlas karena Allah) dan betapa banyak pula amal yang besar menjadi kecil hanya karena niat (bukan karena Allah)”

Tidak harus merasa kekurangan dengan pemberian Allah SWT. Anda bisa memanfaatkannya sesedikit apapun yang menjadi milik Anda untuk melakukan perbuatan baik pada jalan Allah SWT dengan niat ikhlas.

3. Mendapat Pertolongan Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda tentang jaminan pertolongan Allah SWT terhadap orang-orang yang ikhlas, seperti berikut ini:

“Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan orang-orang yang lemah dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka”

4. Mendapat Naungan saat Hari Kiamat

“Tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di hari kiamat….,seseorang yang bersedekah lalu ia sembunyikan dan seseorang yang berdzikir tatkala sendirian”. (HR Imam Muslim)

Salah satu dari 7 golongan yang mendapatkan naungan ketika hari kiamat, yaitu orang yang ikhlas. Orang yang ikhlas adalah mereka yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi sampai tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Orang yang melakukan dzikir dalam kesendirian dan menjauhi keramaian, serta tidak menginginkan pujian orang lain juga tergolong orang yang ikhlas.

5. Sifat Dasar Rasul dan Nabi

Para Rasul dan Nabi berdakwah untuk memurnikan ketaatan dalam menyebarkan agama Allah SWT yang lurus. Mereka menjalankan dan menerima semua perintah dari Allah SWT dengan ikhlas, meskipun banyak mendapatkan ujian yang berat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Allah tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas untuk mencari ridha Allah semata”. (HR Abu Daud dan Nasa’i)

6. Mendapat Kelapangan Hati

Salah satu keutamaan dari ikhlas adalah mendapatkan kelapangan hati untuk meningkatkan akhlak. Dia tidak menjadikan dunia untuk tujuan, tetapi mengerjakan kebaikan demi mencari bekal akhiratnya nanti. Sehingga, tidak membutuhkan pujian dari manusia di dunia ini.

“Barang siapa menjadikan akhirat sebagai tujuannya maka Allah akan menjadikan kekayaan dalam hatinya”. (HR At Tirmidzi).

Itulah 6 hadits tentang ikhlas dan keutamaannya dalam agama Islam yang perlu Anda ketahui. Semoga bisa membuat Anda lebih sadar lagi akan pentingnya keikhlasan dalam mengerjakan segala amal perbuatan. Karena, jika Anda hanya mengharapkan pujian dari manusia, hal tersebut hanya berlangsung sementara saja. Sedangkan, kehidupan akhirat itu kekal abadi.

Admin mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan pada artikel Hadits tentang Ikhlas dan Keutamaannya dalam Agama Islam.

Jika terdapat kesalahan dimohon untuk kontak admin lewat email berikut ini: sativawahyu4@gmail.com.

Terima kasih kawan-kawan telah mengunjungi website kami.

Leave a Comment