Hadits tentang Ikhlas dan Keutamaannya dalam Agama Islam

Ikhlas tidak dapat Anda ukur karena berada di dalam hati setiap manusia. Jadi, hanya dia dan Allah SWT yang mengetahuinya. Melakukan setiap hal baik secara ikhlas akan memberikan Anda beberapa manfaat yang tertulis dalam beberapa hadits tentang ikhlas.

Sikap ikhlas juga sebagai dasar penilaian Allah SWT pada setiap amalan hamba-Nya. Oleh sebab itu, penting untuk Anda menjalankan semua urusan dunia dan akhirat dengan niat ikhlas karena Allah SWT. Agar mendapatkan pahala dan meraih surga. Mari simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Kumpulan Hadits Tentang Ikhlas

Terdapat 77 hadits berdasarkan pencarian Hadits Tentang Ikhlas.

HR. Musnad Ahmad No. 12773 – Musnad Anas bin Malik Radliyallahu ‘anhu

Bab: Musnad Anas bin Malik Radliyallahu 'anhu

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yazid, telah menceritakan kepada kami Sulaiman dari Tsabit dari Anas berkata, Haritsah bin Suraqah berangkat sebagai pengintai peperangan. Kemudian dia terkena panah dan gugur. Lantas ibunya datang kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam dan bertanya, 'wahai Rasulullah, anakku Haritsah, kalaulah dia berada di surga maka saya akan bersabar dan ikhlas, mengharap pahala dari Allah. Kemudian beliau bersabda, "Wahai Umu Haritsah, di sana ada kebun-kebun yang banyak, dan Haritsah di surga firdaus yang paling tinggi".

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ انْطَلَقَ حَارِثَةُ بْنُ سُرَاقَةَ نَظَّارًا مَا انْطَلَقَ لِلْقِتَالِ فَأَصَابَهُ سَهْمٌ فَقَتَلَهُ فَجَاءَتْ أُمُّهُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ ابْنِي حَارِثَةُ إِنْ يَكُ فِي الْجَنَّةِ أَصْبِرْ وَأَحْتَسِبْ فَقَالَ يَا أُمَّ حَارِثَةَ إِنَّهَا جِنَانٌ كَثِيرَةٌ وَإِنَّ حَارِثَةَ فِي الْفِرْدَوْسِ الْأَعْلَى

Copy
Lebih Banyak

HR. Musnad Ahmad No. 14819 – Hadits Abdurrahman bin Abza Al Khuza’I Radliyallahu ta’ala ‘anhu

Bab: Hadits Abdurrahman bin Abza Al Khuza'I Radliyallahu ta'ala 'anhu

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq berkata; telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Zubaid dari Dzar bin Abdullah Al Murhibi dari Sa'id bin Abdurrahman bin Abza dari Bapaknya berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam Shalat witir dengan Sucikanlah nama Tuhanmu yang Maha Tingi (Surat Al a'la), dan Katakanlah: "Hai orang-orang kafir (Surat alkafirun) dan Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa (surat Al ikhlas).. Jika hendak meninggalkan witirnya beliau bersabda: "Maha Suci, Raja Yang Maha Suci" tiga kali. Lalu mengangkat suaranya pada kali ketiganya.

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ زُبَيْدٍ عَنْ ذَرِّ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْمُرْهِبِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَنْصَرِفَ مِنْ الْوِتْرِ قَالَ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ يَرْفَعُ صَوْتَهُ فِي الثَّالِثَةِ

Copy
Lebih Banyak

HR. Musnad Ahmad No. 15494 – Hadits ‘Ubaid bin Khalid As Sulami Radliyallahu ta’ala ‘anhu

Bab: Hadits 'Ubaid bin Khalid As Sulami Radliyallahu ta'ala 'anhu

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Abu Nadlr berkata; telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari 'Amr bin Murrah berkata; saya mendengar 'Amr bin Maimun menceritakan dari Abdullah bin Rabi'ah As-Sulami dari Ubaid bin Khalid As-Sulamy yang termasuk dari sahabat Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam mempersaudarakan dua orang laki-laki yang salah satunya terbunuh (pada waktu peperangan) pada zaman Nabi Shallallahu'alaihiwasallam. Kemudian yang satu lagi meninggal, maka para sahabat menshalatkannya. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Apa yang kalian ucapkan dalam shalat?" Kami menjawab, ALLAHUMMAGFIR LAHU WARHAMHU, ALLAHUMMA ALHIQHU BISHAHIBIHI (Ya Allah ampunilah dosanya dan berilah kasih sayang dan pertemukanlah dia dengan saudaranya). Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Lalu dimanakah letak amal shalatnya setelah amal shalat (yang terbunuh) dan amalAn amalanya setelah amalan dari sahabat yang terbunuh, yang antara amalan keduanya terdapat perbedaan bagaikan langit dan bumi (artinya: sahabat yang pertama lebih utama dari sahabat yang mati terakhir dengan amalan yang disertai dengan rasa khusu' dan ikhlas dan waktu beramal yang lebih banyak-pent)."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ قَالَ سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ مَيْمُونٍ يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَبِيعَةَ السُّلَمِيِّ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ خَالِدٍ السُّلَمِيِّ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ آخَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ رَجُلَيْنِ قُتِلَ أَحَدُهُمَا عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ مَاتَ الْآخَرُ فَصَلَّوْا عَلَيْهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا قُلْتُمْ قَالَ قُلْنَا اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ اللَّهُمَّ أَلْحِقْهُ بِصَاحِبِهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَيْنَ صَلَاتُهُ بَعْدَ صَلَاتِهِ وَأَيْنَ صِيَامُهُ أَوْ عَمَلُهُ بَعْدَ عَمَلِهِ مَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

Copy
Lebih Banyak

HR. Musnad Ahmad No. 14822 – Hadits Abdurrahman bin Abza Al Khuza’I Radliyallahu ta’ala ‘anhu

Bab: Hadits Abdurrahman bin Abza Al Khuza'I Radliyallahu ta'ala 'anhu

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Syu'bah dari Salamah bin Kuhail dari Dzar dari Sa'id bin Abdurrahman bin Abza dari Bapaknya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam memanjatkan doa, "Di waktu pagi kami memegang teguh agama Islam, kalimat ikhlas agama Nabi kita Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam dan agama bapak kami Ibrahim, di atas jalan yang lurus, dan tidak tergolong orang-orang musrik."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ عَنْ ذَرٍّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الْإِسْلَامِ وَكَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ وَدِينِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمِلَّةِ أَبِينَا إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُنْ مِنْ الْمُشْرِكِينَ

Copy
Lebih Banyak

HR. Musnad Ahmad No. 14825 – Hadits Abdurrahman bin Abza Al Khuza’I Radliyallahu ta’ala ‘anhu

Bab: Hadits Abdurrahman bin Abza Al Khuza'I Radliyallahu ta'ala 'anhu

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari Sufyan berkata; telah menceritakan kepada kami Salamah bin Kuhail dari Abdullah bin Abdurrahman bin Abza dari Bapaknya berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam jika masuk waktu pagi membaca, "Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas agama Nabi kita Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam dan agama bapak kami Ibrahim, di atas jalan yang lurus, dan tidak tergolong orang-orang musyrik."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ سُفْيَانَ قَالَ حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ كُهَيْلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَصْبَحَ يَقُولُ أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الْإِسْلَامِ وَكَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ وَدِينِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمِلَّةِ أَبِينَا إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنْ الْمُشْرِكِينَ

Copy
Lebih Banyak

HR. Musnad Ahmad No. 10 – Musnad Abu Bakr As Siddik

Bab: Musnad Abu Bakr As Siddik

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman Al Muqri' dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Haiwah Bin Syuraih dia berkata; aku mendengar Abdul Malik Bin Al Harits berkata; Sesungguhnya Abu Hurairah berkata; aku mendengar Abu Bakar Ash Shiddiq berkata diatas mimbar ini; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda pada hari ini ditahun pertama, kemudian Abu Bakar hanyut dalam nasehat sehingga menangis kemudian berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "tidaklah kalian diberi sesuatu (yang kedudukannya lebih tinggi) setelah kalimat ikhlas seperti Al Afiyah (keselamatan), maka mohonlah Al Afiyah kepada Allah".

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمُقْرِئُ قَالَ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الْمَلِكِ بْنَ الْحَارِثِ يَقُولُ إِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيقَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى هَذَا الْمِنْبَرِ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا الْيَوْمِ مِنْ عَامِ الْأَوَّلِ ثُمَّ اسْتَعْبَرَ أَبُو بَكْرٍ وَبَكَى ثُمَّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَمْ تُؤْتَوْا شَيْئًا بَعْدَ كَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ مِثْلَ الْعَافِيَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ الْعَافِيَةَ

Copy
Lebih Banyak

HR. Musnad Ahmad No. 15538 – Hadits Abdullah bin Az Zubair bin ‘Awwam Radliyallahu ta’ala ‘anhu

Bab: Hadits Abdullah bin Az Zubair bin 'Awwam Radliyallahu ta'ala 'anhu

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Isma'il telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Abu 'Utsman telah menceritakan kepada kami Abu Az Zubair berkata; saya telah mendengar Abdullah bin Az Zubair berkhutbah di atas minbar ini dan berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam jika setelah mengucapkan salam setelah selesai shalat memanjatkan doa-doa, "LA ILAHA ILLA ALLAH WAHDAHU LA SYARIKA LAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ALA KULLI SYAIIN QODIIR. LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH WA LA NA'BUDU ILLA IYYAHU AHLU NI'MAH WAL FADLU WAL TSANA' AL HASAN LA ILLA HA ILLALLAH MUKHLISIINA LAHUDDINA WALAU KARIHAL KAFIRUN" (Tidak ada tuhan selain Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya, baginya kerajaan dan pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan selain kekuatan Allah bagi-Nya segala kenikmatan, keutamaan dan pujian yang baik, tidak ada tuhan selain Allah, orang-orang yang ikhlas baginya agama walaupun kaum kafir membencinya.

Copy
Lebih Banyak

Nas

قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ أَبِي عُثْمَانَ حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ يَخْطُبُ عَلَى هَذَا الْمِنْبَرِ وَهُوَ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ فِي دُبُرِ الصَّلَاةِ أَوْ الصَّلَوَاتِ يَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ أَهْلُ النِّعْمَةِ وَالْفَضْلِ وَالثَّنَاءِ الْحَسَنِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Copy
Lebih Banyak

HR. Musnad Ahmad No. 15885 – Hadits ‘Itban bin Malik Radliyallahu ta’ala ‘anhu

Bab: Hadits 'Itban bin Malik Radliyallahu ta'ala 'anhu

Terjemahan

(Ahmad bin Hanbal Radliyallahu'anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun berkata; telah mengabarkan kepada kami Sufyan bin Husain dari Az Zuhri dari Mahmud bin Ar-Rabi' atau Ar-Rabi' bin Mahmud Yazid ragu, dari 'Itban bin Malik berkata; saya mendatangi Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam lalu saya menyampaikan uneg-unegku 'Saya orang buta, antara anda dan aku dipisahkan sebuah bukit dan keadaannya gelap gulita.' Selanjutnya saya meminta beliau untuk datang dan shalat di rumahku, dengan niyat saya akan menjadikan tempat shalatnya sebagai suraunya. Beruntunglah, Beliau menjanjikanku untuk merealisasikannya. Selanjutnya beliau, Abu Bakar dan 'Umar datang. Orang-orang Anshar mendengar kedatangan beliau dari mulut ke mulut, hingga mereka datangi beliau. Rupanya seorang laki-laki dari mereka ada yang sengaja tidak ikut hadir, namanya Malik bin Dukhsyun, dia adalah orang yang dicap sebagai orang munafik. Para sahabat sedemikian serius menyantap makanan lalu mereka saling mengingat-ingat nama sesama mereka. Lalu mereka berkata 'Si Malik bin duhsyun sengaja tidak ikut bersama kita karena sifat munafiknya, sebab ia pun tahu bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengunjungi kita sekarang ini.' Para sahabat mengucapkan demikian ketika Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam sedang shalat. Selesai shalat, beliau bersabda: "Huss jangan begitu, Bukankah dia bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah dengan ikhlas? dan Allah Azzawajalla mengharamkan neraka bagi siapa yang bersaksi dengan kalimat itu?."

Copy
Lebih Banyak

Nas

قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ حُسَيْنٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ مَحْمُودِ بْنِ الرَّبِيعِ أَوْ الرَّبِيعِ بْنِ مَحْمُودٍ شَكَّ يَزِيدُ عَنْ عِتْبَانَ بْنِ مَالِكٍ قَالَ أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ إِنِّي رَجُلٌ ضَرِيرُ الْبَصَرِ وَبَيْنِي وَبَيْنَكَ هَذَا الْوَادِي وَالظُّلْمَةُ وَسَأَلْتُهُ أَنْ يَأْتِيَ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِي فَأَتَّخِذَ مُصَلَّاهُ مُصَلًّى فَوَعَدَنِي أَنْ يَفْعَلَ فَجَاءَ هُوَ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ فَتَسَامَعَتْ بِهِ الْأَنْصَارُ فَأَتَوْهُ وَتَخَلَّفَ رَجُلٌ مِنْهُمْ يُقَالُ لَهُ مَالِكُ بْنُ الدُّخْشُنِ وَكَانَ يُزَنُّ بِالنِّفَاقِ فَاحْتَبَسُوا عَلَى طَعَامٍ فَتَذَاكَرُوا بَيْنَهُمْ فَقَالُوا مَا تَخَلَّفَ عَنَّا وَقَدْ عَلِمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَارَنَا إِلَّا لِنِفَاقِهِ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ وَيْحَهُ أَمَا شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ بِهَا مُخْلِصًا فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ النَّارَ عَلَى مَنْ شَهِدَ بِهَا

Copy
Lebih Banyak

HR. Musnad Ahmad No. 16138 – Hadits Jubair bin Muth’im Radliyallahu ta’ala ‘anhu

Bab: Hadits Jubair bin Muth'im Radliyallahu ta'ala 'anhu

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Ya'la bin 'Ubaid berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad yaitu Ibnu Ishaq, dari Az Zuhri dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im dari Bapaknya berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berdiri di Khaif dari Mina, lalu bersabda: "Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajatnya seseorang yang telah mendengar sabdaku lalu dia menjaganya, lalu menyampaikannya kepada orang yang belum mendengarnya. Bisa jadi orang membawa hadits dia tidak paham tentangnya, bisa jadi orang yang membawa hadits menyampaikan kepada orang yang lebih paham. Tiga hal yang tidak akan iri terhadapnya: hati seorang mukmin yang ikhlas dalam beramal, memberi nasehat kepada pemimpin dan melazimi jama'ah. Sesungguhnya doa mereka akan berada di belakangnya.

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا يَعْلَى بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ إِسْحَاقَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْخَيْفِ مِنْ مِنًى فَقَالَ نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا ثُمَّ أَدَّاهَا إِلَى مَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَا فِقْهَ لَهُ وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ ثَلَاثٌ لَا يَغِلُّ عَلَيْهِمْ قَلْبُ الْمُؤْمِنِ إِخْلَاصُ الْعَمَلِ وَالنَّصِيحَةُ لِوَلِيِّ الْأَمْرِ وَلُزُومُ الْجَمَاعَةِ فَإِنَّ دَعْوَتَهُمْ تَكُونُ مِنْ وَرَائِهِ

Copy
Lebih Banyak

HR. Musnad Ahmad No. 16153 – Hadits Jubair bin Muth’im Radliyallahu ta’ala ‘anhu

Bab: Hadits Jubair bin Muth'im Radliyallahu ta'ala 'anhu

Terjemahan

(Ahmad bin Hanbal radliyallahu'anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami Ya'qub berkata; telah menceritakan kepada kami bapakku dari Ibnu Ishaq berkata; lalu Muhammad bin Muslim bin 'Ubaidullah bin Syihab dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im dari Bapaknya berkata; saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berkhutbah kepada manusia di Khaif, "Allah akan mengangkat derajatnya seorang hamba yang telah mendengar sabdaku lalu dia menjaganya, lalu menyampaikannya kepada orang yang belum mendengarnya. Bisa jadi orang membawa hadits dia tidak paham tentangnya, bisa jadi orang yang membawa hadits menyampaikan kepada orang yang lebih paham. Ada tiga hal yang hati seorang mukmin tidak bakalan iri terhadapnya: ikhlas dalam beramal, taat kepada pemimpin dan melazimi jama'ah. Sesungguhnya doa mereka akan berada di belakangnya. Dari Ibnu Ishaq berkata; telah menceritakan kepadaku 'Amr bin Abu 'Amr budak Al Muthallib dari Abdurrahman bin Al Huwaraits dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im dari Bapaknya sebagaimana hadits Ibnu Syihab tanpa tambahan maupun pengurangan sedikitpun.

Copy
Lebih Banyak

Nas

قَالَ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ فَذَكَرَ مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ شِهَابٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ جُبَيْرٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَخْطُبُ النَّاسَ بِالْخَيْفِ نَضَّرَ اللَّهُ عَبْدًا سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا ثُمَّ أَدَّاهَا لِمَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَا فِقْهَ لَهُ وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ ثَلَاثٌ لَا يَغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ الْمُؤْمِنِ إِخْلَاصُ الْعَمَلِ وَطَاعَةُ ذَوِي الْأَمْرِ وَلُزُومُ الْجَمَاعَةِ فَإِنَّ دَعْوَتَهُمْ تَكُونُ مِنْ وَرَائِهِ و عَنْ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ أَبِي عَمْرٍو مَوْلَى الْمُطَّلِبِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ مِثْلَ حَدِيثِ ابْنِ شِهَابٍ لَمْ يَزِدْ وَلَمْ يَنْقُصْ

Copy
Lebih Banyak

Keutamaan Ikhlas Menurut Hadits

Berikut ini ada beberapa hadits yang membahas tentang keutamaan ikhlas

1. Cermin Hati Manusia

Berdasarkan hadits dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat hati dan amal kalian”

Allah SWT membedakan tingkatan derajat manusia menurut hatinya. Semua hal yang berkaitan dengan fisik adalah masalah duniawi. Pada kehidupan akhirat nanti yang bisa menjadi bekal, yaitu amal kebajikan.

2. Membuat Amalan Bernilai Besar

Di dalam hadits riwayat Imam Muslim:

“Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar karena niat (ikhlas karena Allah) dan betapa banyak pula amal yang besar menjadi kecil hanya karena niat (bukan karena Allah)”

Tidak harus merasa kekurangan dengan pemberian Allah SWT. Anda bisa memanfaatkannya sesedikit apapun yang menjadi milik Anda untuk melakukan perbuatan baik pada jalan Allah SWT dengan niat ikhlas.

3. Mendapat Pertolongan Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda tentang jaminan pertolongan Allah SWT terhadap orang-orang yang ikhlas, seperti berikut ini:

“Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan orang-orang yang lemah dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka”

4. Mendapat Naungan saat Hari Kiamat

“Tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di hari kiamat….,seseorang yang bersedekah lalu ia sembunyikan dan seseorang yang berdzikir tatkala sendirian”. (HR Imam Muslim)

Salah satu dari 7 golongan yang mendapatkan naungan ketika hari kiamat, yaitu orang yang ikhlas. Orang yang ikhlas adalah mereka yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi sampai tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Orang yang melakukan dzikir dalam kesendirian dan menjauhi keramaian, serta tidak menginginkan pujian orang lain juga tergolong orang yang ikhlas.

5. Sifat Dasar Rasul dan Nabi

Para Rasul dan Nabi berdakwah untuk memurnikan ketaatan dalam menyebarkan agama Allah SWT yang lurus. Mereka menjalankan dan menerima semua perintah dari Allah SWT dengan ikhlas, meskipun banyak mendapatkan ujian yang berat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Allah tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas untuk mencari ridha Allah semata”. (HR Abu Daud dan Nasa’i)

6. Mendapat Kelapangan Hati

Salah satu keutamaan dari ikhlas adalah mendapatkan kelapangan hati untuk meningkatkan akhlak. Dia tidak menjadikan dunia untuk tujuan, tetapi mengerjakan kebaikan demi mencari bekal akhiratnya nanti. Sehingga, tidak membutuhkan pujian dari manusia di dunia ini.

“Barang siapa menjadikan akhirat sebagai tujuannya maka Allah akan menjadikan kekayaan dalam hatinya”. (HR At Tirmidzi).

Itulah 6 hadits tentang ikhlas dan keutamaannya dalam agama Islam yang perlu Anda ketahui. Semoga bisa membuat Anda lebih sadar lagi akan pentingnya keikhlasan dalam mengerjakan segala amal perbuatan. Karena, jika Anda hanya mengharapkan pujian dari manusia, hal tersebut hanya berlangsung sementara saja. Sedangkan, kehidupan akhirat itu kekal abadi.

Admin mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan pada artikel Hadits tentang Ikhlas dan Keutamaannya dalam Agama Islam.

Jika terdapat kesalahan dimohon untuk kontak admin lewat email berikut ini: sativawahyu4@gmail.com.

Terima kasih kawan-kawan telah mengunjungi website kami.

Leave a Comment