Berikut Ini Adalah Hadits Tentang Ibu Yang Perlu Kamu Ketahui

Menjadi seorang ibu merupakan tugas yang tidak mudah dan penuh dengan tantangan. Bahkan, tugas ini harus dilakukan sepanjang masa. Mulai dari mengandung selama sembilan bulan, melahirkan, dan mendampingi tumbuh, hingga mampu hidup secara mandiri. Maka dari itu, sangat tidak mengherankan jika semua agama selalu mengingatkan agar selalu sayang dan hormati orang tua, terutama ibu. Dalam agama Islam sendiri, terdapat beberapa hadits tentang ibu yang wajib Anda ketahui.

Kumpulan Hadits Tentang Ibu

Terdapat 121 hadits berdasarkan pencarian Hadits Tentang Ibu.

HR. Sunan at-Tirmidzi No. 1819 – Berbakti kepada ayah-ibu

Bab: Berbakti kepada ayah-ibu

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar, telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Sa'id, telah mengabarkan kepada kami Bahz bin Hakim, telah menceritakan kepadaku bapakku dari kakekku ia berkata; Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah yang lebih berhak aku pergauli dengan baik?" beliau menjawab: "Ibumu." Kutanyakan lagi, "Lalu siapa lagi?" beliau menjawab: "Ibumu." Aku bertanya lagi, "Siapakah lagi?" beliau menjawab: "Ibumu." Aku bertanya lagi, "Siapakah lagi?" beliau menjawab: "Ibumu." Aku bertanya lagi, "Siapakah lagi?" beliau baru menjawab: "Kemudian barulah bapakmu, kemudian kerabat yang paling terdekat yang terdekat." Hadits semakna juga diriwayatkan dari Abu Hurairah, Abdullah bin Amr, Aisyah dan Abu Darda`. Abu Isa berkata; Ini adalah hadits hasan. Syu'bah telah memberikan komentar tentang Bahz bin Hakim bahwa ia adalah seorang yang Tsiqqah menurut para Ahli hadits. Ma'mar, Ats Tsauri dan Ma'mar bin Salamah serta imam-imam yang lain telah meriwayatkan hadits darinya.

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ أَخْبَرَنَا بَهْزُ بْنُ حَكِيمٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَبَرُّ قَالَ أُمَّكَ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمَّكَ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمَّكَ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبَاكَ ثُمَّ الْأَقْرَبَ فَالْأَقْرَبَ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَعَائِشَةَ وَأَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ أَبُو عِيسَى وَبَهْزُ بْنُ حَكِيمٍ هُوَ أَبُو مُعَاوِيَةَ بْنُ حَيْدَةَ الْقُشَيْرِيُّ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ وَقَدْ تَكَلَّمَ شُعْبَةُ فِي بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ وَهُوَ ثِقَةٌ عِنْدَ أَهْلِ الْحَدِيثِ وَرَوَى عَنْهُ مَعْمَرٌ وَالثَّوْرِيُّ وَحَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ وَغَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ الْأَئِمَّةِ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ibnu Majah No. 2697 – Larangan untuk berlaku pelit saat hidup dan boros saat datang kematian

Bab: Larangan untuk berlaku pelit saat hidup dan boros saat datang kematian

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Syarik dari Umarah bin Qa'qa bin Syubrumah dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah, ia berkata; "Seseorang datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata; 'Wahai Rasulullah! Beritahukanlah kepadaku, siapakah orang yang paling berhak aku temani?" Beliau menjawab: "Baiklah, demi Allah aku akan memberitahu kepadamu, (ia adalah) ibumu. " Orang tersebut berkata; "Kemudian siapa?" beliau menjawab, "Ibumu." Orang tersebut berkata; "Kemudian siapa?" beliau menjawab, "Ibumu. " Orang tersebut berkata lagi, "Kemudian siapa?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Kemudian ayahmu."Orang tersebut berkata lagi, "Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku, bagaimana sebaiknya aku menyedekahkan hartaku." Beliau bersabda: "Baiklah, demi Allah, aku akan memberitahu kepadamu, hendaklah kau bersedekah pada saat kau sehat dan kikir, mengharapkan kebaikan kehidupan dunia dan takut akan kemiskinan, dan janganlah kau menundanya hingga nafasmu sampai di sini, dan kau akan mengatakan, "Sungguh hartaku untuk si fulan, hartaku untuk si fulan, padahal ia pasti menjadi milik mereka sekalipun kau tidak menyukainya."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ بْنِ شُبْرُمَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ نَبِّئْنِي مَا حَقُّ النَّاسِ مِنِّي بِحُسْنِ الصُّحْبَةِ فَقَالَ نَعَمْ وَأَبِيكَ لَتُنَبَّأَنَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ قَالَ نَبِّئْنِي يَا رَسُولَ اللَّهِ عَنْ مَالِي كَيْفَ أَتَصَدَّقُ فِيهِ قَالَ نَعَمْ وَاللَّهِ لَتُنَبَّأَنَّ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَأْمُلُ الْعَيْشَ وَتَخَافُ الْفَقْرَ وَلَا تُمْهِلْ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ نَفْسُكَ هَا هُنَا قُلْتَ مَالِي لِفُلَانٍ وَمَالِي لِفُلَانٍ وَهُوَ لَهُمْ وَإِنْ كَرِهْتَ

Copy
Lebih Banyak

HR. Shahih Al-Bukhari No. 5514 – Siapa yang paling berhak digauli dengan baik

Bab: Siapa yang paling berhak digauli dengan baik

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Jarir dari 'Umarah bin Al Qa'qa' bin Syubrumah dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata; "Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sambil berkata; "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "Kemudian siapa?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "kemudian siapa lagi?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "Kemudian siapa?" dia menjawab: "Kemudian ayahmu." Ibnu Syubrumah dan Yahya bin Ayyub berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Zur'ah hadits seperti di atas."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ بْنِ شُبْرُمَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ وَقَالَ ابْنُ شُبْرُمَةَ وَيَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا أَبُو زُرْعَةَ مِثْلَهُ

Copy
Lebih Banyak

HR. Musnad Ahmad No. 7994 – Musnad Abu Hurairah Radliyallahu ‘anhu

Bab: Musnad Abu Hurairah Radliyallahu 'anhu

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Hasyim telah menceritakan kepada kami Muhammad dari Abdullah bin Syubrumah dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah, dia berkata; Ada seorang laki-laki yang berkata; "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang lebih berhak untuk saya berbuat baik kepadanya?" beliau bersabda: "Ibumu, " ia berkata; "Kemudian siapa?" beliau bersabda: "Ibumu, " ia berkata; "Kemudian siapa?" beliau bersabda: "Ibumu, " ia berkata; "Kemudian siapa?" Rasulullah Bersabda: "Ayahmu."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شُبْرُمَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ أَحَقُّ مِنِّي بِحُسْنِ الصُّحْبَةِ قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ أَبَاكَ

Copy
Lebih Banyak

HR. Musnad Ahmad No. 8720 – Musnad Abu Hurairah Radliyallahu ‘anhu

Bab: Musnad Abu Hurairah Radliyallahu 'anhu

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Aswad bin 'Amir telah menceritakan kepada kami Syarik dari Umarah bin Al Qa'qa' dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah berkata: Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan bertanya; "Wahai Rasulullah, beritakanlah kepadaku orang yang paling berhak untuk aku layani dengan baik?" maka beliaupun bersabda, "Ya, demi Allah, kamu benar-benar akan diberitahukan tentang hal itu, " iapun mendesak bertanya; "Siapa?" maka beliau bersabda: "Ibumu, " ia bertanya kembali; "lalu siapa?" beliau bersabda: "Ibumu, " ia bertanya kembali; "Lalu siapa?" beliau bersabda: "Ibumu, " ia bertanya kembali; "Lalu siapa?" maka beliau bersabda: "Bapakmu."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ نَبِّئْنِي بِأَحَقِّ النَّاسِ مِنِّي صُحْبَةً فَقَالَ نَعَمْ وَاللَّهِ لَتُنَبَّأَنَّ قَالَ مَنْ قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ

Copy
Lebih Banyak

HR. Musnad Ahmad No. 9230 – Musnad Abu Hurairah Radliyallahu ‘anhu

Bab: Musnad Abu Hurairah Radliyallahu 'anhu

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id berkata; telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Al Mughirah berkata; telah menceritakan kepada kami Humaid bin Hilal dari Abu Rafi' dari Abu Hurairah berkata; "Juraij beribadah di tempat ibadahnya, " -Abu Hurairah berkata; - "Lalu ibunya datang seraya berkata; 'Wahai Juraij, aku ibumu, jawablah, " Abu Rafi' berkata; Lalu Abu Hurairah mencontohkan sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengcontohkannya seraya meletakkan tangannya pada bulu mata sebelah kanan. Abu Hurairah berkata; "Dan ibunya mendapati Juraij masih dalam shalatnya, Juraij pun berkata; 'Ya Allah, ibuku atau shalatku yang harus aku penuhi? ' maka Juraij memilih untuk meneruskan shalatnya. Kemudian ibunya kembali mendatanginya (di tempat shalat), dan masih mendapati Juraij sedang shalat, ia berkata; 'Wahai Juraij, aku ini ibumu, jawablah.' Juraij berkata dalam hatinya; 'Ya Allah, ibuku atau shalatku, ' maka ia tetap memilih shalatnya. Lalu ibunya mendatanginya dan mendapatinya sedang shalat, ia berkata; 'Wahai Juraij, aku ini ibumu, jawablah aku, ' Juraij berkata dalam hatinya; 'Ya Allah, ibuku atau shalatku, ' maka ia tetap memilih shalatnya. Dan akhirnya Ibunya berkata; 'Ya Allah, Juraij ini adalah anaku, aku telah mengajaknya berbicara (memanggilnya) tetapi ia tidak menjawabku, Ya Allah, janganlah Engkau matikan ia sebelum ia bertemu dengan seorang wanita pelacur.' sekiranya ia berdoa supaya Juraij mendapatkan fitnah, maka Juraij pasti akan mendapatkan fitnah itu." Abu Hurairah berkata; "Ada seorang penggembala kambing yang bernaung di rumah ibadahnya, " Abu Hurairah berkata; "lalu wanita pelacur itu keluar dan berzina dengan penggembala kambing tersebut dan melahirkan seorang bayi laki-laki, " maka ditanyakan keada wanita tersebut; 'Bayi ini anak siapa? ' maka wanita pelacur itu menjawab; 'Anak pemilik rumah ibadah.' lalu orang-orang pun mendatangi rumah ibadah Juraij dengan membawa kapak dan sekop mereka, mereka memanggil Juraij namun ia enggan untuk menjawabnya, akhirnya mereka menghancurkan rumah ibadahnya. Maka turunlah Juraij menemui mereka, mereka lalu berkata; 'Bertanyalah kepada wanita ini.'" Abu Hurairah berkata; "Aku menyangka bahwa Juraij tersenyum, " Abu Hurairah berkata; "Juraij lalu mengusap kepala bayi itu seraya bertanya; 'Siapa bapakmu? ' maka bayi itu menjawab; 'Penggembala kambing, ' dengan serta merta mereka berkata; 'Wahai Juraij, kami akan membangun kembali rumah ibadahmu yang telah hancur dengan emas dan perak, ' tetapi Juraij menjawab; 'Tidak, bangunlah dengan tanah kembali, ' lalu mereka pun melakukannya." Berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id mantan budak Bani Hasyim berkata; telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Umar bin Abu Salamah dari bapaknya dari Abu Hurairah Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada seorang lelaki pedagang dari Bani Isra`il, kadang ia mengurangi timbangan dan kadang melebihkannya, kemudia ia berbicara (terhadap dirinya); 'Perdagangan semacam ini tidak ada kebaikannya, ' maka ia berkata lagi; 'Aku akan melakukan perdagangan yang lebih baik dari ini, ' lalu iapun membangun tempat ibadah dan beribadah di dalamnya, dan ia disebut dengan panggilan Juraij, " lalu ia menyebutkan sebagaimana hadits diatas."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ قَالَ حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ هِلَالٍ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ جُرَيْجٌ يَتَعَبَّدُ فِي صَوْمَعَتِهِ قَالَ فَأَتَتْهُ أُمُّهُ فَقَالَتْ يَا جُرَيْجُ أَنَا أُمُّكَ فَكَلِّمْنِي قَالَ وَكَانَ أَبُو هُرَيْرَةَ يَصِفُ كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصِفُهَا وَضَعَ يَدَهُ عَلَى حَاجِبِهِ الْأَيْمَنِ قَالَ فَصَادَفَتْهُ يُصَلِّي فَقَالَ يَا رَبِّ أُمِّي وَصَلَاتِي فَاخْتَارَ صَلَاتَهُ فَرَجَعَتْ ثُمَّ أَتَتْهُ فَصَادَفَتْهُ يُصَلِّي فَقَالَتْ يَا جُرَيْجُ أَنَا أُمُّكَ فَكَلِّمْنِي فَقَالَ يَا رَبِّ أُمِّي وَصَلَاتِي فَاخْتَارَ صَلَاتَهُ ثُمَّ أَتَتْهُ فَصَادَفَتْهُ يُصَلِّي فَقَالَتْ يَا جُرَيْجُ أَنَا أُمُّكَ فَكَلِّمْنِي قَالَ يَا رَبِّ أُمِّي وَصَلَاتِي فَاخْتَارَ صَلَاتَهُ فَقَالَتْ اللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا جُرَيْجٌ وَإِنَّهُ ابْنِي وَإِنِّي كَلَّمْتُهُ فَأَبَى أَنْ يُكَلِّمَنِي اللَّهُمَّ فَلَا تُمِتْهُ حَتَّى تُرِيَهُ الْمُومِسَاتِ وَلَوْ دَعَتْ عَلَيْهِ أَنْ يُفْتَتَنَ لَافْتُتِنَ قَالَ وَكَانَ رَاعٍ يَأْوِي إِلَى دَيْرِهِ قَالَ فَخَرَجَتْ امْرَأَةٌ فَوَقَعَ عَلَيْهَا الرَّاعِي فَوَلَدَتْ غُلَامًا فَقِيلَ مِمَّنْ هَذَا فَقَالَتْ هُوَ مِنْ صَاحِبِ الدَّيْرِ فَأَقْبَلُوا بِفُؤُوسِهِمْ وَمَسَاحِيهِمْ وَأَقْبَلُوا إِلَى الدَّيْرِ فَنَادَوْهُ فَلَمْ يُكَلِّمْهُمْ فَأَخَذُوا يَهْدِمُونَ دَيْرَهُ فَنَزَلَ إِلَيْهِمْ فَقَالُوا سَلْ هَذِهِ الْمَرْأَةَ قَالَ أُرَاهُ تَبَسَّمَ قَالَ ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَ الصَّبِيِّ فَقَالَ مَنْ أَبُوكَ قَالَ رَاعِي الضَّأْنِ فَقَالُوا يَا جُرَيْجُ نَبْنِي مَا هَدَمْنَا مِنْ دَيْرِكَ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ قَالَ لَا وَلَكِنْ أَعِيدُوهُ تُرَابًا كَمَا كَانَ فَفَعَلُوا قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَ رَجُلٌ فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ تَاجِرًا وَكَانَ يَنْقُصُ مَرَّةً وَيَزِيدُ أُخْرَى قَالَ مَا فِي هَذِهِ التِّجَارَةِ خَيْرٌ أَلْتَمِسُ تِجَارَةً هِيَ خَيْرٌ مِنْ هَذِهِ فَبَنَى صَوْمَعَةً وَتَرَهَّبَ فِيهَا وَكَانَ يُقَالُ لَهُ جُرَيْجٌ فَذَكَرَهُ نَحْوَهُ

Copy
Lebih Banyak

HR. Musnad Ahmad No. 19175 – Hadits Bahz bin Hakim dari Ayahnya dari Kakeknya Radliyallahu ta’ala ‘anhuma

Bab: Hadits Bahz bin Hakim dari Ayahnya dari Kakeknya Radliyallahu ta'ala 'anhuma

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami kami Bahz bin Hakim bin Mu'awiyah dari Ayahnya dari Kakeknya ia berkata; Aku bertanya; "Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti?." Beliau menjawab: "Ibumu." Ia bertanya lagi; "Lalu siapa?" Beliau menjawab: "Ibumu." Ia bertanya lagi; "Lalu siapa?." Beliau kembali menjawab: "Ibumu." Ia bertanya lagi; "Lalu siapa?." Beliau menjawab: "Ayahmu, kemudian kerabat yang terdekat dan yang dekat."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا يَزِيدُ حَدَّثَنَا بَهْزُ بْنُ حَكِيمِ بْنِ مُعَاوِيَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَبَرُّ قَالَ أُمَّكَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمَّكَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمَّكَ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبَاكَ ثُمَّ الْأَقْرَبَ فَالْأَقْرَبَ

Copy
Lebih Banyak

HR. Musnad Ahmad No. 19193 – Hadits Mu’awiyah bin Haidah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam

Bab: Hadits Mu'awiyah bin Haidah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Bahz, telah menceritakan kepadaku Ayahku dari kakekku ia berkata; Aku bertanya; "Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti?." Beliau bersabda: "Ibumu." Ia bertanya lagi; "Lalu siapa?" Beliau menjawab: "Ibumu." Ia bertanya lagi; "Lalu siapa?." Beliau kembali menjawab: "Ibumu." Ia bertanya lagi; "Lalu siapa?." Beliau menjawab: "Ayahmu, kemudian kerabat yang terdekat dan yang dekat."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَبَرُّ قَالَ أُمَّكَ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمَّكَ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمَّكَ ثُمَّ أَبَاكَ ثُمَّ الْأَقْرَبَ فَالْأَقْرَبَ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ibnu Majah No. 2771 – Seorang laki-laki berperang sementara dirinya memiliki dua orang tua

Bab: Seorang laki-laki berperang sementara dirinya memiliki dua orang tua

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Abu Yusuf Muhammad bin Ahmad Ar Raqqi; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salamah Al Harrani dari Muhammad bin Ishaq dari Muhammad bin Thalhah bin Abdurrahman bin Abu Bakar Ash Shiddiq dari Muawiyah bin Jahimah As Sulami, ia berkata; "Aku mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, aku katakan kepada beliau; 'Sesungguhnya aku ingin berjihad bersamamu dalam rangka mencari ridla Allah dan kehidupan Akhirat.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: 'Celakalah kau! Apakah ibumu masih hidup? ' la menjawab; 'Ya.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Kembalilah dan berbaktilah kepadanya.' Kemudian aku mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kembali dari sisi yang lain. Aku katakan' 'Wahai Rasulullah! Aku ingin berjihad bersamamu dalam rangka mencari ridla Allah dan kehidupan akhirat? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: 'Celakalah kau! Apakah ibumu masih hidup? ' la menjawab; 'Ya.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Kembalilah dan berbaktilah kepadanya.' Kemudian aku mendatanginya dari sisi depan, aku katakan; 'Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku ingin berjihad bersamamu dalam rangka mencari ridla Allah dan kehidupan akhirat.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: 'Celakalah kau! Apakah ibumu masih hidup? ' la menjawab; 'Ya! Wahai Rasulullah! ' Rasulullah bersabda: 'Celakalah kau! Tetaplah berada pada kedua kakinya dan di situlah terdapat surga.' Telah menceritakan kepada kami Harun bin Abdullah Al Hammal Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Muhammad Telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij Telah mengabarkan kepadaku Muhammad bin Thalhah bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Bakr bin Shiddiq dari bapaknya, Thalhah dari Mu'awiyah bin Jahimah As Sulami bahwa Jahimah mendatangi Nabi Shallallahu alaihi wa sallam lalu ia menyebutkan Hadits yang serupa. Abu Abdilah Ibnu Majah berkata; 'Ini adalah Jahimah bin Abbas bin Mardas As-Sulami yang mencerca Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada saat perang Hunain."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا أَبُو يُوسُفَ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ الرَّقِّيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ الْحَرَّانِيُّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ طَلْحَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ جَاهِمَةَ السُّلَمِيِّ قَالَ أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي كُنْتُ أَرَدْتُ الْجِهَادَ مَعَكَ أَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ قَالَ وَيْحَكَ أَحَيَّةٌ أُمُّكَ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ ارْجِعْ فَبَرَّهَا ثُمَّ أَتَيْتُهُ مِنْ الْجَانِبِ الْآخَرِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي كُنْتُ أَرَدْتُ الْجِهَادَ مَعَكَ أَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ قَالَ وَيْحَكَ أَحَيَّةٌ أُمُّكَ قُلْتُ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَارْجِعْ إِلَيْهَا فَبَرَّهَا ثُمَّ أَتَيْتُهُ مِنْ أَمَامِهِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي كُنْتُ أَرَدْتُ الْجِهَادَ مَعَكَ أَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ قَالَ وَيْحَكَ أَحَيَّةٌ أُمُّكَ قُلْتُ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَيْحَكَ الْزَمْ رِجْلَهَا فَثَمَّ الْجَنَّةُ حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْحَمَّالُ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ طَلْحَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ عَنْ أَبِيهِ طَلْحَةَ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ جَاهِمَةَ السُّلَمِيِّ أَنَّ جَاهِمَةَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ بْن مَاجَةَ هَذَا جَاهِمَةُ بْنُ عَبَّاسِ بْنِ مِرْدَاسٍ السُّلَمِيُّ الَّذِي عَاتَبَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ حُنَيْنٍ

Copy
Lebih Banyak

HR. Sunan Ibnu Majah No. 3648 – Berbakti kepada kedua orang tua

Bab: Berbakti kepada kedua orang tua

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Maimun Al Makki telah menceritakan kepada kami Sufyan bin 'Uyainah dari 'Umarah bin Al qa'qa' dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah dia berkata, "Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah orang (yang layak) aku berbakti kepadanya?" beliau bersabda: "Ibumu." Abu Hurairah bertanya lagi, "Kemudian siapa?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi, "Kemudian siapa?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi, "Kemudian siapa lagi?" beliau menjawab: "Ayahmu." Dia bertanya lagi, "Kemudian siapa?" beliau menjawab: "Orang yang ada di bawahnya dan seterusnya."

Copy
Lebih Banyak

Nas

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَيْمُونٍ الْمَكِّيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَبَرُّ قَالَ أُمَّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمَّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ أَبَاكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ الْأَدْنَى فَالْأَدْنَى

Copy
Lebih Banyak

Pentingnya Seorang Ibu Menurut Hadits

Karena memang sosoknya dianggap penting, maka tidak heran jika di Indonesia sendiri hari ibu dirayakan sebagai salah satu hari besar nasional. Agama Islam sendiri juga menempatkan ibu di posisi yang paling mulia. Bahkan, anak diwajibkan untuk hormat terlebih dahulu kepada ibunya, sebelum ayahnya. Hal ini tertulis dalam Al- Qur’an surah Luqman ayat 14.

Berbunyi, “Dan Kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibu bapaknya. Ibunya sendiri telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Ku lah kamu kembali.”

Berikut ini adalah beberapa hadits yang bisa Anda jadikan sebagai inspirasi dan pengingat untuk selalu mencintai ibu.

1. Pentingnya Berbakti kepada Ibu Disebut Sebanyak Tiga Kali

Dalam hadits riwayat Abu Hurairah Radliyallahu’anhu, Rasulullah menyuruh umatnya untuk berbuat baik hingga tiga kali lebih besar kepada ibu daripada bapak.

Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi SAW pun menjawab, ‘ibumu’. Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘kemudian siapa lagi?’ Nabi SAW bertanya ‘ibumu’.

… orang tersebut pun bertanya kembali untuk yang ketiga kalinya, ‘kemudian siapa lagi?’ Beliau pun menjawab ‘ibumu’. Orang tersebut bertanya untuk yang keempat kalinya, ‘kemudian siapa lagi?’ Nabi Muhammad SAW pun menjawab ‘kemudian ayahmu’” (HR. Bukhari dan Muslim).

Imam Al- Qurthubi mengungkapkan, bahwa hadits tentang ibu tersebut memiliki arti bahwa semua orang harus mencintai dan menyayangi ibu tiga kali lipat lebih besar daripada ayah. Sebab, keutamaan mengandung, melahirkan, dan menyusui hanya dimiliki oleh ibu, dan tidak akan bisa digantikan oleh sosok ayah.

2. Ridha Allah adalah Ridho Ibu

Dalam menjalani kehidupan, tentunya Anda akan melakukan banyak hal dan memiliki banyak keinginan. Tanpa adanya ridha dari Allah SWT, maka keinginan tersebut pun tidak akan pernah bisa terwujud.

Sebuah hadits menerangkan bahwa ridha Allah bergantung pada ridha orang tua, khususnya adalah ibu. “Ridha Allah terdapat dalam ridhonya kedua orang tua (ibu bapak), dan murka Allah pun terdapat dalam murkanya kedua orang tua,” (HR. At- Tirmidzi).

3. Hadits Tentang Haramnya Durhaka kepada Ibu

Rasulullah pernah berpesan kepada Umar bin Khattab, dan Ali bin Abi Thalib untuk mencari seseorang yang bernama Uwais al Qarni. Uwais al Qarni ini merupakan seseorang yang sangat memuliakan ibunya.

Bahkan, beliau pun rela menggendong ibunya berjalan kaki ke Mekkah untuk melakukan ibadah haji. Disana, Uwais pun berdoa kepada Allah agar mengampuni segala dosa ibunya, dan Allah mengabulkan doa tersebut.

Dalam cerita tersebut, Rasulullah pun bersabda, “Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka kepada ibu dan menolak melakukan segala kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah pun membenci kepada yang banyak bicara, dan yang banyak bertanya. Demikian pula yang boros akan harta,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Inilah beberapa hadits tentang ibu yang bisa Anda jadikan sebagai pelajaran untuk terus menghormati dan menyayangi ibu. Dikatakan juga bahwa surga ada dibawah telapak kaki ibu.

Admin mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan pada artikel Berikut Ini Adalah Hadits Tentang Ibu Yang Perlu Kamu Ketahui.

Jika terdapat kesalahan dimohon untuk kontak admin lewat email berikut ini: sativawahyu4@gmail.com.

Terima kasih kawan-kawan telah mengunjungi website kami.

Leave a Comment